18 Mei 2026 – Persaingan menuju akhir musim Super League semakin panas. Setiap pertandingan kini terasa seperti partai hidup mati, terutama bagi tim yang masih menjaga asa dalam perebutan gelar juara. Di tengah tekanan besar tersebut, Borneo FC datang ke Jepara dengan misi jelas, membawa pulang kemenangan demi terus menempel Persib Bandung di puncak klasemen.
Namun harapan itu tidak berjalan sesuai rencana.
Alih-alih meraih tiga poin, Pesut Etam justru dipaksa bekerja keras sepanjang pertandingan dan gagal menemukan jalan menuju kemenangan. Bermain melawan Persijap Jepara yang tampil penuh semangat di hadapan pendukung sendiri, Borneo harus puas menutup laga dengan hasil imbang tanpa gol.
Pertandingan pekan ke-33 Super League yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu (17/5/2026), menghadirkan duel ketat dengan intensitas tinggi sejak menit pertama.
Tuan rumah Persijap tampil berani sejak awal pertandingan dimulai.
Bermain di depan pendukung sendiri membuat tim tuan rumah tidak memperlihatkan rasa gentar menghadapi salah satu tim papan atas musim ini. Persijap bahkan langsung mengambil inisiatif serangan dan berusaha menekan pertahanan Borneo sejak menit awal.
Alexis Nahuel menjadi salah satu pemain yang aktif membangun ancaman. Bersama Sudi Abdallah, keduanya beberapa kali membuat lini pertahanan Borneo dipaksa bekerja ekstra.
Serangan cepat dan permainan agresif Persijap sempat membuat Borneo kesulitan mengembangkan permainan.
Setelah sekitar delapan menit pertandingan berjalan, Borneo mulai perlahan keluar dari tekanan.
Tim tamu berusaha mengambil alih penguasaan bola dan mulai membangun serangan secara lebih rapi.
Peluang pertama dari Borneo hadir melalui Koldo Obieta. Penyerang tersebut mencoba peruntungannya lewat tendangan dari luar kotak penalti.
Namun bola masih melambung dan gagal mengarah ke sasaran.
Persijap tidak tinggal diam.
Carlos Franca ikut memberikan ancaman melalui upaya dari lini depan. Meski belum benar-benar merepotkan penjaga gawang Nadeo Argawinata, serangan tersebut memperlihatkan bahwa Persijap tetap berani bermain terbuka.
Memasuki pertengahan babak pertama, Borneo mulai menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Kesempatan terbaik sempat lahir melalui situasi tendangan bebas Juan Villa.
Eksekusi yang dilepaskannya mengarah ke gawang, tetapi kiper Persijap Muh Ardiansyah tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan penting.
Penjaga gawang Persijap kembali menunjukkan kualitasnya beberapa saat kemudian.
Mariano Peralta mencoba memecah kebuntuan melalui tendangan keras, tetapi Muh Ardiansyah kembali hadir sebagai penyelamat.
Penampilan solid sang kiper menjadi salah satu faktor yang membuat Persijap mampu bertahan.
Memasuki babak kedua, Persijap justru tampil semakin berani.
Carlos Henrique, Alexis Nahuel, Dicky Kurniawan, dan Sudi Abdallah bergantian mencoba menembus pertahanan Borneo.
Gelombang serangan demi serangan membuat Borneo lebih banyak berada dalam tekanan.
Pesut Etam terlihat kesulitan keluar dari permainan agresif yang diterapkan tuan rumah.
Borneo hanya sesekali mampu melancarkan serangan balik. Namun upaya-upaya tersebut masih belum cukup efektif untuk mengubah keadaan.
Semakin pertandingan mendekati akhir, tekanan semakin terasa bagi tim tamu.
Kesempatan emas baru hadir pada masa tambahan waktu babak kedua.
Jose Cleyton yang masuk dari bangku cadangan melepaskan tendangan keras yang sempat memberi harapan bagi Borneo.
Namun lagi-lagi Muh Ardiansyah tampil luar biasa.
Penyelamatan penting yang dilakukannya menggagalkan peluang terbaik Borneo dalam pertandingan tersebut.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 0-0.
Hasil imbang ini terasa seperti kehilangan besar bagi Borneo FC.
Tambahan satu poin memang membuat Pesut Etam tetap bertahan di posisi kedua klasemen sementara dengan raihan 76 poin. Namun hasil tersebut membuat jarak dengan Persib Bandung di puncak klasemen semakin sulit dikejar.
Di saat yang sama, Persib berhasil meraih kemenangan dramatis atas PSM Makassar dan kini mengoleksi 78 poin.
Artinya, Borneo kini tertinggal dua angka dengan kompetisi yang semakin mendekati garis akhir.
Bagi Persijap, hasil ini menjadi bukti bahwa mereka mampu memberikan perlawanan kepada tim besar. Sementara untuk Borneo FC, hasil imbang di Jepara bisa menjadi momen yang sangat disesali apabila perebutan gelar pada akhirnya ditentukan oleh selisih poin yang sangat tipis. (Redaksi)

