27 Mei 2026 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Gorontalo Utara sejak sore hingga malam hari memicu bencana banjir serius di sejumlah kawasan permukiman. Luapan sungai yang terus membesar menyebabkan air berarus deras menerjang lima desa di Kecamatan Biau. Kondisi di lapangan dilaporkan cukup mengkhawatirkan karena derasnya arus dan minimnya penerangan membuat proses evakuasi warga berlangsung sulit.

Bencana ini tidak hanya merendam rumah penduduk, tetapi juga mengganggu akses transportasi dan memaksa sebagian warga melakukan penyelamatan secara mandiri. Hingga malam hari, petugas gabungan masih terus berupaya menjangkau lokasi terdampak dan memantau situasi di lapangan.

Banjir mulai melanda kawasan tersebut sekitar pukul 15.00 WITA setelah intensitas hujan tinggi menyebabkan Daerah Aliran Sungai Biau meluap. Debit air yang terus meningkat membuat aliran sungai tak lagi mampu menampung volume air sehingga meluber ke kawasan permukiman warga.

Lima desa yang terdampak banjir meliputi Desa Bualo, Desa Luhuto, Desa Omuto, Desa Biau, dan Desa Didingga. Ketinggian air di sejumlah wilayah dilaporkan mencapai lutut orang dewasa, sementara di beberapa titik lain kondisi jauh lebih parah.

Wilayah yang mengalami dampak terberat berada di Desa Didingga, khususnya di kawasan permukiman Komunitas Adat Terpencil atau KAT. Area tersebut dihuni puluhan kepala keluarga yang kini berada dalam situasi rawan akibat tingginya genangan dan derasnya arus banjir.

Laporan dari lapangan menyebut banjir di kawasan itu berubah menjadi banjir bandang dengan arus yang sangat kuat. Ketinggian air bahkan dilaporkan mencapai jendela rumah warga.

Kondisi tersebut menyebabkan proses penyelamatan menjadi sangat menantang. Selain arus yang deras, situasi malam hari dengan minim pencahayaan membuat petugas kesulitan menjangkau titik-titik terdampak.

Sebagian warga diketahui telah berinisiatif melakukan evakuasi mandiri menuju lokasi yang dianggap lebih aman. Namun tidak sedikit pula warga yang memilih bertahan di rumah karena situasi di luar dinilai terlalu berbahaya untuk dilalui.

Keterbatasan akses dan kondisi banjir yang masih tinggi juga menyebabkan komunikasi dengan sejumlah warga terdampak menjadi sulit dilakukan.

Dampak kerusakan akibat banjir mulai terlihat di sejumlah titik. Setidaknya tiga rumah dilaporkan roboh total akibat terjangan arus deras. Satu rumah lainnya bahkan hanyut terbawa banjir.

Hingga saat ini belum ada kepastian terkait kemungkinan korban jiwa karena proses pendataan masih berlangsung dan petugas masih fokus pada upaya penyelamatan warga.

Selain merendam kawasan permukiman, banjir juga sempat mengganggu akses utama transportasi. Jalan lintas Sulawesi yang melewati kawasan terdampak dilaporkan ikut terendam sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan kendaraan yang melintas.

Meski genangan di badan jalan mulai menunjukkan tanda-tanda surut pada malam hari, kondisi di area permukiman masih memprihatinkan karena arus air tetap tinggi.

Petugas dari berbagai unsur telah diterjunkan ke lokasi guna membantu proses penanganan darurat. Aparat kepolisian, relawan kebencanaan, dan tim siaga bencana terus melakukan pengamanan serta mendukung evakuasi warga yang membutuhkan bantuan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dinilai meningkatkan potensi terjadinya banjir di sejumlah wilayah lain.

Wilayah yang berada di bantaran sungai, dataran rendah, dan kawasan rawan banjir diminta lebih siaga terhadap kemungkinan peningkatan debit air.

Masyarakat juga diimbau untuk segera mengamankan dokumen penting dan barang berharga apabila hujan turun dalam durasi panjang. Pemantauan kondisi lingkungan secara berkala juga dinilai penting untuk mendeteksi potensi bahaya lebih awal.

Petugas penanggulangan bencana saat ini terus memantau perkembangan cuaca dan situasi lapangan melalui pusat pengendalian operasi kebencanaan. Koordinasi bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan berbagai pihak terkait juga terus diperkuat.

Selain fokus pada penanganan banjir saat ini, masyarakat juga diingatkan agar menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Saluran air yang tersumbat dapat memperparah genangan dan meningkatkan risiko banjir saat hujan deras berlangsung.

Warga juga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila menemukan peningkatan debit sungai atau tanda-tanda bencana lain di sekitar tempat tinggal.

Di tengah kondisi yang masih berlangsung, kewaspadaan menjadi hal penting yang harus dijaga. Dengan kesiapan seluruh pihak dan kerja sama masyarakat, dampak bencana diharapkan dapat ditekan serta keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *