12 September 2026 – Rencana penampilan Juicy Luicy di Batam pada Sabtu, 5 September 2026, akhirnya batal setelah persoalan dengan pihak penyelenggara tak kunjung menemukan titik terang. Keputusan tersebut sempat menjadi perhatian publik karena band asal Bandung itu tidak hadir dalam acara yang telah dijadwalkan. Setelah beberapa hari menjadi perbincangan, Juicy Luicy akhirnya menjelaskan kronologi yang terjadi di balik pembatalan tersebut. Menurut mereka, persoalan bukan muncul secara mendadak pada hari pertunjukan, melainkan telah berlangsung sejak sekitar satu pekan sebelum jadwal keberangkatan.
Juicy Luicy mengatakan komunikasi dengan pihak penyelenggara mulai menghadapi kendala sejak H-7 acara. Pada periode tersebut, pihak band mengaku sudah berulang kali meminta kepastian mengenai pelunasan biaya penampilan sekaligus berbagai kebutuhan perjalanan menuju Batam. Namun, menurut pengakuan mereka, kepastian yang dibutuhkan tidak kunjung diperoleh sehingga persiapan keberangkatan menjadi semakin sulit dilakukan.
Band yang beranggotakan Uan dan kawan-kawan tersebut menyebut situasi itu berlangsung hampir setiap hari. Mereka mengaku harus terus menghubungi penyelenggara untuk memastikan berbagai kewajiban yang sebelumnya telah disepakati. Jawaban yang diterima disebut cenderung sama, sementara waktu keberangkatan semakin dekat. Kondisi tersebut kemudian membuat tim Juicy Luicy harus mempertimbangkan kembali apakah perjalanan ke Batam dapat dilakukan sesuai jadwal.
Pelunasan Baru Dilakukan 18 Jam Sebelum Keberangkatan
Persoalan pembayaran akhirnya mengalami perkembangan ketika pelunasan biaya penampilan disebut baru dilakukan sekitar 18 jam sebelum waktu keberangkatan. Meski pembayaran telah diterima, Juicy Luicy mengungkapkan bahwa sejumlah komponen penting dalam perjalanan masih belum tersedia. Tiket penerbangan, bukti penginapan selama dua malam, tiket kepulangan, serta kebutuhan bagasi tambahan disebut belum diberikan secara lengkap.
Situasi tersebut menjadi semakin mendesak karena Juicy Luicy dan tim produksinya berada di Bandung, sementara penerbangan menuju Batam direncanakan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta. Mereka membutuhkan waktu untuk melakukan perjalanan dari Bandung menuju bandara, sekaligus memastikan seluruh kebutuhan penerbangan dan perlengkapan produksi telah terpenuhi sebelum batas waktu keberangkatan.
Memasuki sekitar pukul 20.00 WIB, kepastian perjalanan disebut masih belum diperoleh. Dengan jadwal penerbangan yang diperkirakan berlangsung sekitar pukul 05.00 WIB, waktu yang tersedia semakin terbatas. Tim Juicy Luicy mengaku telah meminta keputusan kepada penyelenggara karena mereka harus segera menentukan apakah seluruh anggota tim perlu berangkat menuju Jakarta atau membatalkan perjalanan.
Setelah pihak band menegaskan bahwa mereka tidak akan berangkat tanpa kepastian tiket, tiket penerbangan akhirnya dikirim sekitar pukul 22.26 WIB. Namun, masalah belum selesai. Sejumlah kebutuhan lain yang sebelumnya disepakati masih belum diterima, terutama bukti penginapan, tiket pulang, dan biaya tambahan bagasi untuk membawa perlengkapan yang diperlukan selama penampilan.
Biaya Bagasi Membengkak hingga Puluhan Juta Rupiah
Persoalan bagasi kemudian menjadi salah satu faktor paling krusial dalam keputusan Juicy Luicy untuk membatalkan keberangkatan. Pihak band mengaku melakukan pengecekan langsung terhadap ketentuan dan biaya bagasi melalui situs maskapai. Dari pengecekan tersebut, mereka menemukan bahwa biaya bagasi prabayar yang diperlukan mencapai sekitar Rp44 juta.
Menurut Juicy Luicy, tingginya biaya bagasi tersebut berkaitan dengan perubahan maskapai penerbangan yang dilakukan oleh penyelenggara. Maskapai yang digunakan disebut hanya memberikan jatah bagasi sekitar 15 kilogram untuk setiap penumpang. Dengan jumlah personel dan perlengkapan produksi yang dibawa oleh rombongan, kebutuhan bagasi tambahan pun menjadi jauh lebih besar dibandingkan perkiraan awal.
Pihak penyelenggara disebut tetap menyampaikan bahwa persoalan tersebut sedang diproses. Namun, hingga waktu semakin mendekati keberangkatan, kepastian mengenai pembayaran bagasi tambahan belum juga diterima. Kondisi itu membuat tim band berada dalam situasi sulit karena mereka harus memastikan seluruh perlengkapan dapat diberangkatkan bersama rombongan tanpa menanggung sendiri biaya yang sebelumnya menjadi tanggung jawab penyelenggara.
Tawaran Pembayaran Rp26 Juta Tak Kunjung Diterima
Menjelang tengah malam, penyelenggara disebut menawarkan solusi sementara dengan membayarkan sekitar Rp26 juta terlebih dahulu. Pembayaran tersebut rencananya digunakan agar rombongan segera bergerak menuju Bandara Soekarno-Hatta. Sementara kekurangan biaya lainnya dijanjikan akan diselesaikan setelah rombongan tiba di bandara.
Juicy Luicy mengatakan tawaran tersebut membuat mereka kembali bersiap untuk berangkat. Namun, ketika rombongan akhirnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta, pembayaran Rp26 juta yang dijanjikan disebut belum masuk. Situasi tersebut semakin mempersempit waktu yang tersedia karena proses pengurusan bagasi harus dilakukan sebelum batas waktu yang telah ditetapkan oleh pihak maskapai.
Tim kemudian tetap menuju konter maskapai untuk mempersiapkan proses keberangkatan. Namun, mereka menghadapi persoalan baru ketika mengetahui bahwa pembelian bagasi secara langsung di bandara memiliki tarif yang lebih tinggi. Dari angka sekitar Rp44 juta yang sebelumnya diperoleh melalui pembelian prabayar, biaya bagasi disebut meningkat menjadi sekitar Rp64 juta jika dibeli di bandara.
Kenaikan biaya tersebut membuat situasi menjadi semakin rumit. Di satu sisi, waktu keberangkatan semakin dekat dan perlengkapan harus segera diproses. Di sisi lain, pembayaran yang dijanjikan penyelenggara belum diterima, sementara jumlah dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan bagasi semakin besar.
Juicy Luicy Akhirnya Memilih Tidak Berangkat
Setelah mempertimbangkan berbagai kendala tersebut, Juicy Luicy akhirnya mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Batam. Band tersebut menilai mereka tidak memiliki kepastian yang cukup mengenai pembayaran biaya tambahan, terutama setelah beberapa kali mendapatkan janji penyelesaian yang menurut mereka tidak terealisasi sesuai waktu yang dibutuhkan.
Keputusan tersebut kemudian membuat Juicy Luicy tidak tampil dalam acara yang berlangsung di XYZ Liveground, Temenggung Abdul Jamal, Batam. Band tersebut menegaskan bahwa pembatalan bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari serangkaian persoalan yang terjadi sejak beberapa hari sebelum acara. Mereka juga menilai keberangkatan dalam kondisi tanpa kepastian pembayaran dapat menimbulkan risiko finansial yang jauh lebih besar bagi band dan tim produksi.
Polemik tersebut kemudian berkembang di ruang publik dan media sosial. Berbagai tanggapan muncul terkait keputusan Juicy Luicy yang tidak hadir dalam acara. Di tengah situasi tersebut, band ini mengakui bahwa mereka juga memiliki kekurangan dan tidak menutup kemungkinan terdapat perkataan atau tindakan dari pihak mereka yang dinilai kurang tepat selama proses komunikasi dengan penyelenggara.
Juicy Luicy menyampaikan permintaan maaf apabila terdapat ucapan maupun perilaku yang dianggap kurang pantas. Namun, permintaan maaf tersebut tidak berarti mereka mengubah posisi mengenai alasan pembatalan penampilan. Band tersebut tetap mempertahankan bahwa keputusan untuk tidak berangkat memiliki dasar dan berkaitan dengan persoalan kewajiban penyelenggara yang menurut mereka belum diselesaikan secara memadai.
Siap Menghadapi Jika Masuk Jalur Hukum
Di tengah polemik yang semakin melebar, Juicy Luicy juga menyatakan kesiapan apabila persoalan tersebut nantinya berlanjut ke ranah hukum. Mereka mengaku memiliki dokumentasi dan bukti mengenai proses komunikasi serta berbagai persoalan yang terjadi menjelang keberangkatan. Bukti tersebut dinilai dapat digunakan untuk menjelaskan kronologi dari sudut pandang pihak band apabila diperlukan dalam proses penyelesaian sengketa.
Bagi Juicy Luicy, persoalan utama bukan sekadar mengenai batalnya sebuah penampilan, tetapi juga kepastian terhadap kewajiban yang telah disepakati sebelum acara. Kebutuhan perjalanan seperti tiket, akomodasi, kepulangan, dan bagasi merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pertunjukan, terutama ketika sebuah band harus membawa personel serta perlengkapan produksi dalam jumlah besar.
Kasus ini sekaligus menunjukkan bahwa koordinasi antara musisi dan penyelenggara menjadi bagian penting dalam pelaksanaan sebuah acara. Kepastian administratif dan finansial sebelum hari keberangkatan dapat membantu mencegah munculnya persoalan ketika waktu pelaksanaan semakin dekat. Bagi artis dan tim produksi, kepastian tersebut juga berkaitan langsung dengan kemampuan mereka untuk mempersiapkan perjalanan dan memenuhi kebutuhan teknis pertunjukan.
Juicy Luicy kini memilih untuk menjelaskan versi mereka secara terbuka mengenai alasan tidak hadir di Batam. Mereka menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi yang terjadi secara keseluruhan, termasuk persoalan pembayaran dan kebutuhan perjalanan yang belum memperoleh kepastian. Sementara itu, apabila polemik tersebut berlanjut, band menyatakan siap memberikan bukti dan menghadapi proses penyelesaian sesuai jalur yang berlaku. (Redaksi)

