31 Juli 2026 – Peristiwa duka terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, setelah seorang pengunjung perempuan meninggal dunia sesaat usai menikmati wahana rumah hantu. Insiden yang terjadi pada Rabu siang itu sempat mengundang perhatian pengunjung dan pihak pengelola. Sebagai langkah antisipasi sekaligus mendukung proses penyelidikan, operasional wahana tersebut untuk sementara waktu dihentikan.
Korban diketahui merupakan perempuan berinisial BNW berusia 39 tahun yang merupakan warga Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban memasuki wahana rumah hantu sekitar pukul 14.30 WIB bersama pengunjung lainnya. Selama berada di dalam wahana, aktivitas berlangsung sebagaimana biasanya hingga rombongan pengunjung keluar melalui pintu akhir.
Setelah menyelesaikan permainan, korban bersama sejumlah pengunjung lain dilaporkan keluar dari wahana dalam kondisi berlari karena terkejut dan ketakutan, sebagaimana lazim terjadi pada atraksi bertema horor. Beberapa menit kemudian, korban terlihat duduk di kursi yang berada di dekat pintu keluar untuk beristirahat. Kondisi tersebut awalnya tidak menimbulkan kecurigaan karena diduga korban hanya berusaha menenangkan diri setelah mengikuti wahana.
Namun, situasi berubah ketika korban mencoba berdiri dari tempat duduknya. Tanpa diduga, ia tiba tiba terjatuh hingga bagian kepalanya diduga membentur kursi yang berada di sekitarnya. Petugas yang berjaga di lokasi segera memberikan pertolongan pertama dan berupaya memeriksa kondisi korban. Sayangnya, saat dilakukan pemeriksaan awal, korban sudah tidak menunjukkan respons sehingga petugas segera meminta bantuan aparat kepolisian dan tim medis.
Tim medis yang datang ke lokasi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan, perempuan tersebut dinyatakan telah meninggal dunia. Polisi selanjutnya melakukan serangkaian tindakan untuk memastikan penyebab kejadian, termasuk meminta keterangan dari saksi yang berada di lokasi serta melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban.
Hasil visum luar menunjukkan adanya luka pada bagian pelipis kiri serta gigi yang patah. Luka tersebut diduga terjadi akibat benturan saat korban terjatuh. Meski demikian, aparat kepolisian menegaskan bahwa tidak ditemukan tanda tanda yang mengarah pada adanya tindak kekerasan ataupun unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Temuan tersebut diperkuat dengan hasil pemeriksaan awal yang tidak menunjukkan adanya kejanggalan lain pada tubuh korban.
Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi. Informasi tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses penyelidikan untuk memahami kondisi kesehatan korban sebelum kejadian. Meski demikian, aparat tetap melakukan prosedur sesuai ketentuan guna memastikan seluruh fakta dapat terungkap secara objektif dan menyeluruh.
Sementara itu, pihak pengelola wahana memutuskan menutup sementara operasional rumah hantu sebagai bentuk penghormatan terhadap korban sekaligus memberikan ruang bagi proses pemeriksaan yang dilakukan aparat. Penutupan sementara ini juga bertujuan memastikan seluruh aspek keamanan dan operasional wahana dapat dievaluasi sebelum kembali dibuka untuk umum.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum mengikuti aktivitas yang memacu adrenalin, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Di sisi lain, pengelola wahana hiburan juga diharapkan terus meningkatkan standar keselamatan, menyediakan prosedur penanganan keadaan darurat, serta memastikan petugas siap memberikan pertolongan cepat apabila terjadi situasi yang tidak diinginkan. (Redaksi)

