18 Juli 2026 – Meningkatnya kembali aksi begal di Kota Bandung memicu perhatian serius aparat kepolisian. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, sejumlah kasus pencurian dengan kekerasan terjadi di berbagai titik dengan pola kejahatan yang berbeda. Kondisi tersebut mendorong Polrestabes Bandung memperkuat pengamanan melalui patroli intensif pada malam hingga dini hari sebagai langkah pencegahan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas di luar rumah.
Polrestabes Bandung mengakui telah menerima banyak laporan dan masukan dari warga terkait meningkatnya aksi kejahatan jalanan. Menyikapi situasi tersebut, kepolisian langsung meningkatkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), yakni patroli yang difokuskan pada wilayah-wilayah yang dinilai rawan menjadi lokasi tindak kriminal. Patroli ini melibatkan seluruh jajaran kepolisian sektor dengan penempatan personel di sejumlah titik strategis yang kerap menjadi jalur aktivitas masyarakat pada malam hari.
Dalam pelaksanaannya, setiap polsek diminta menjaga sedikitnya empat hingga lima lokasi yang dianggap memiliki tingkat kerawanan tinggi. Pengamanan dipusatkan terutama pada waktu dini hari, saat potensi terjadinya aksi kriminal meningkat. Selain patroli menggunakan kendaraan dinas, petugas juga melakukan pemantauan langsung di sejumlah ruas jalan yang sebelumnya pernah menjadi lokasi kejahatan, sehingga diharapkan mampu mempersempit ruang gerak para pelaku.
Kepolisian menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku begal maupun bentuk kejahatan jalanan lainnya. Aparat memastikan akan mengambil tindakan tegas sesuai prosedur hukum terhadap siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana tersebut. Masyarakat juga diminta tidak ragu melaporkan kejadian mencurigakan melalui layanan darurat 110 agar petugas dapat segera merespons laporan dengan cepat.
Penguatan patroli dilakukan setelah polisi berhasil mengungkap beberapa kasus begal dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal Mei, aparat menangkap dua dari empat pelaku pembegalan terhadap seorang kurir paket. Selanjutnya, pada pertengahan Juni, dua pelaku bersenjata tajam yang menyerang seorang pengemudi ojek daring di kawasan Jalan Cikawao juga berhasil diamankan. Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menekan angka kejahatan jalanan di Kota Bandung.
Kasus lain terjadi pada pertengahan Juli ketika seorang warga menjadi korban begal dengan modus mengaku sebagai debt collector di kawasan Jalan BKR, Kecamatan Regol. Berkat respons cepat aparat, tiga pelaku berhasil ditangkap kurang dari dua jam setelah peristiwa berlangsung. Penangkapan itu menunjukkan peningkatan kecepatan penanganan yang dilakukan aparat terhadap laporan masyarakat.
Peristiwa terbaru kembali terjadi ketika seorang pria berusia 24 tahun menjadi korban perampasan telepon genggam di kawasan Jalan Babakan Ciparay. Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi telah menangkap satu orang pelaku, sementara seorang pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Proses penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat diproses sesuai ketentuan hukum.
Dengan meningkatnya intensitas patroli dan penindakan terhadap para pelaku, kepolisian berharap angka kejahatan jalanan di Kota Bandung dapat ditekan secara signifikan. Aparat juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada, menghindari lokasi yang sepi saat malam hari jika tidak memiliki keperluan mendesak, serta segera melapor apabila melihat atau mengalami tindak kriminal. Kolaborasi antara masyarakat dan aparat dinilai menjadi kunci penting dalam menciptakan situasi keamanan yang lebih kondusif di Kota Bandung. (Redaksi)

