17 Mei 2026 – Harapan besar Al Nassr untuk mengangkat trofi bergengsi di depan pendukung sendiri harus berakhir dengan kekecewaan. Dalam laga final AFC Champions League 2 musim 2025/2026, klub asal Arab Saudi itu gagal memanfaatkan status tuan rumah dan justru dipaksa menyerah oleh wakil Jepang, Gamba Osaka.
Hasil pahit tersebut bukan hanya menggagalkan ambisi Al Nassr meraih gelar Asia, tetapi juga memperpanjang penantian Cristiano Ronaldo untuk merasakan trofi bersama klub Arab Saudi tersebut.
Final yang berlangsung di Al Awwal Park, Riyadh, Minggu (17/5/2026), sejak awal diprediksi berjalan sengit. Bermain di hadapan publik sendiri, Al Nassr langsung mengambil inisiatif permainan dan mencoba menekan lawan sejak menit awal.
Lini serang tim tuan rumah kembali mengandalkan kombinasi Cristiano Ronaldo dan Sadio Mane sebagai tumpuan utama. Kehadiran dua nama besar tersebut membuat Al Nassr terlihat percaya diri untuk mendominasi permainan.
Namun Gamba Osaka datang bukan sekadar sebagai pelengkap final.
Tim asal Jepang itu tampil berani dan menunjukkan disiplin permainan yang sangat baik. Mereka tidak hanya fokus bertahan, tetapi juga beberapa kali berani membangun serangan balik yang merepotkan.
Al Nassr memperoleh peluang pertama pada menit ketujuh.
Abdulrahman Ghareeb melepaskan tembakan mendatar yang mengarah ke gawang lawan. Namun penjaga gawang Gamba Osaka, Rui Araki, tampil sigap dan berhasil mengamankan peluang tersebut.
Empat menit berselang, giliran Joao Felix yang mencoba memecah kebuntuan.
Pemain asal Portugal itu mendapatkan ruang tembak yang cukup baik, tetapi lagi-lagi Rui Araki tampil solid di bawah mistar gawang.
Penjaga gawang Gamba tersebut perlahan menjadi salah satu figur penting yang menjaga timnya tetap aman dari tekanan Al Nassr.
Setelah sempat terus ditekan pada awal pertandingan, Gamba Osaka mulai menemukan ritme permainan.
Tim tamu perlahan berani keluar menyerang dan menunjukkan efektivitas permainan mereka.
Momen penting itu akhirnya datang pada menit ke-30.
Serangan Gamba diawali umpan terukur dari Issam Jebbali yang mengarah ke Denis Hummet. Penyerang tersebut kemudian melepaskan tembakan akurat yang meluncur ke sudut kiri gawang Al Nassr.
Bento tidak mampu menjangkau bola.
Gol tersebut membuat Gamba Osaka unggul 1-0 dan membuat suasana stadion mendadak hening.
Tertinggal di final membuat Al Nassr meningkatkan tekanan. Namun hingga babak pertama berakhir, skor tetap tidak berubah.
Memasuki babak kedua, Al Nassr tampil lebih agresif.
Mereka hampir sepenuhnya menguasai permainan dan memaksa Gamba bertahan lebih dalam. Serangan demi serangan terus dilancarkan demi mencari gol penyama kedudukan.
Cristiano Ronaldo menjadi salah satu pemain yang paling aktif mencari peluang.
Megabintang asal Portugal itu sempat mengancam melalui tembakan dari tepi kotak penalti. Namun Rui Araki kembali menunjukkan ketenangannya dan berhasil mengamankan bola.
Tidak lama berselang, Joao Felix juga nyaris mengubah jalannya pertandingan.
Dari posisi yang hampir serupa dengan Ronaldo, Felix melepaskan tembakan yang sebenarnya sudah berhasil melewati jangkauan kiper.
Sayangnya bagi Al Nassr, bola hanya membentur tiang gawang.
Peluang tersebut menjadi salah satu momen paling dekat bagi Al Nassr untuk menyamakan kedudukan.
Di sisa pertandingan, tekanan terus dilakukan tim tuan rumah.
Namun lini belakang Gamba Osaka tampil disiplin dan berhasil menjaga organisasi pertahanan dengan sangat baik.
Setiap serangan Al Nassr mampu dipatahkan hingga membuat frustrasi para pemain lawan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan.
Gamba Osaka resmi keluar sebagai juara AFC Champions League 2 musim 2025/2026.
Sementara itu, hasil ini menjadi pukulan telak bagi Al Nassr yang kembali gagal menutup musim dengan trofi bergengsi.
Bagi Cristiano Ronaldo, kekalahan ini juga memperpanjang masa penantian gelar sejak bergabung dengan klub Arab Saudi tersebut.
Meski tetap menjadi sosok sentral di lapangan, perjalanan Ronaldo bersama Al Nassr masih menyisakan pekerjaan besar.
Kini pertanyaan mulai muncul dari para penggemar. Sampai kapan Cristiano Ronaldo harus menunggu untuk akhirnya mengangkat trofi bersama Al Nassr? (Redaksi)

