12 Mei 2026 – Persaingan papan atas Super League 2025/2026 semakin memanas setelah Borneo FC sukses mencuri kemenangan penting di markas Bali United. Dalam pertandingan penuh drama di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Pesut Etam menang tipis 3-2 dan terus menjaga tekanan kepada Persib Bandung dalam perebutan gelar juara.

Laga yang berlangsung sengit sejak menit awal itu menghadirkan aksi saling balas gol, penyelamatan gemilang, hingga drama VAR yang membuat tensi pertandingan terus meningkat hingga peluit akhir dibunyikan.

Borneo FC datang ke Bali dengan misi jelas, yakni wajib meraih tiga poin demi menjaga peluang dalam perburuan gelar. Di sisi lain, Bali United juga ingin mengamankan kemenangan di kandang sendiri untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen.

Pertandingan langsung berjalan terbuka dengan kedua tim bermain agresif. Bali United yang tampil di depan pendukung sendiri lebih dulu mengambil inisiatif serangan dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-21.

Gol tersebut lahir melalui kerja sama apik antara Boris Kopitovic dan Teppei Yachida. Umpan matang Kopitovic berhasil diterima Yachida di dalam kotak penalti sebelum pemain asal Jepang itu melepaskan tendangan voli yang gagal dihentikan kiper Borneo FC.

Keunggulan 1-0 membuat Bali United tampil semakin percaya diri. Mereka beberapa kali mencoba menekan pertahanan Borneo melalui serangan cepat dari sisi sayap.

Namun, Pesut Etam menunjukkan mental kuat dan tidak panik meski tertinggal. Tim tamu perlahan mulai menemukan ritme permainan mereka dan meningkatkan intensitas serangan.

Gol penyeimbang akhirnya datang pada awal babak kedua. Mariano Peralta menjadi sosok penting bagi Borneo FC lewat aksi individu luar biasa pada menit ke-49.

Gelandang kreatif tersebut melepaskan tembakan jarak jauh yang meluncur keras ke arah gawang Bali United dan sukses mengubah skor menjadi 1-1.

Gol itu membuat pertandingan semakin hidup. Kedua tim terus bermain menyerang dan menciptakan peluang berbahaya.

Bali United nyaris kembali unggul pada menit ke-56 melalui sundulan Rahmat Arjuna yang memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri. Namun, Nadeo Argawinata tampil luar biasa di bawah mistar gawang Borneo FC dengan melakukan penyelamatan gemilang.

Kiper tim nasional Indonesia tersebut kembali menjadi penyelamat Pesut Etam beberapa menit kemudian. Pada menit ke-63, Nadeo sukses menepis tembakan keras Teppei Yachida dengan ujung jarinya hingga bola melambung di atas mistar.

Tidak berhenti di situ, Nadeo juga mampu menggagalkan peluang dari Tim Receveuer setelah situasi sepak pojok yang berbahaya.

Ketika pertandingan berjalan semakin ketat, drama VAR muncul pada menit ke-74. Wasit memutuskan memberikan penalti kepada Borneo FC setelah meninjau tayangan ulang dan melihat adanya handball yang dilakukan Bagas Adi di area terlarang.

Mariano Peralta yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Dengan tenang, ia mengarahkan bola ke pojok kiri gawang dan membawa Borneo FC berbalik unggul 2-1.

Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan dua menit. Bali United berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 lewat situasi bola mati.

Sepak pojok yang dieksekusi tuan rumah disambut sundulan Kadek Agung sebelum bola mengenai Caxambu dan masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri itu membuat pertandingan kembali seimbang dan suasana stadion semakin panas.

Drama belum berhenti sampai di situ. Borneo FC kembali menunjukkan respons cepat mereka dan sukses mencetak gol ketiga pada menit ke-79.

Kaio Nunes melakukan penetrasi dari sisi kanan sebelum mengirim umpan tarik ke tengah kotak penalti. Juan Villa yang berdiri bebas langsung menyambar bola untuk membawa Pesut Etam kembali unggul 3-2.

Pada sisa pertandingan, Borneo FC sebenarnya sempat dua kali mencetak gol tambahan. Koldo Obieta mencetak gol pada menit ke-82, disusul Juan Villa pada menit ke-91.

Namun, kedua gol tersebut dianulir wasit karena offside setelah pemeriksaan lebih lanjut.

Meski demikian, skor 3-2 tetap bertahan hingga pertandingan berakhir dan memastikan Borneo FC membawa pulang tiga poin penting dari Gianyar.

Kemenangan ini membuat Borneo FC terus menjaga persaingan di papan atas klasemen. Pesut Etam kini mengoleksi 75 poin dan masih menempel ketat Persib Bandung dalam perebutan gelar juara Super League musim ini.

Sementara itu, Bali United harus puas tertahan di posisi kedelapan dengan raihan 45 poin. Kekalahan ini membuat peluang mereka untuk naik ke papan atas semakin berat menjelang akhir musim.

Performa Mariano Peralta dan Nadeo Argawinata menjadi kunci kemenangan Borneo FC dalam laga ini. Peralta tampil menentukan lewat dua gol penting, sementara Nadeo berkali-kali menyelamatkan timnya dari ancaman Bali United.

Dengan kompetisi yang semakin mendekati akhir musim, kemenangan dramatis di kandang Bali United menjadi modal besar bagi Borneo FC untuk terus menjaga asa meraih gelar juara. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *