12 Mei 2026 – Setelah melewati periode sulit selama beberapa pekan terakhir, PSIM Yogyakarta akhirnya kembali merasakan manisnya kemenangan di Super League 2025/2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Sultan Agung, Bantul, Laskar Mataram sukses menundukkan Malut United dengan skor meyakinkan 2-0.
Kemenangan ini menjadi momen penting bagi PSIM yang sebelumnya terjebak dalam tren negatif. Delapan pertandingan tanpa kemenangan sempat membuat performa tim asal Kota Gudeg itu mendapat sorotan tajam. Namun kini, harapan dan kepercayaan diri mulai kembali tumbuh di kubu Laskar Mataram.
Atmosfer stadion terasa penuh semangat sejak awal pertandingan. Dukungan suporter yang tetap setia hadir memberikan energi tambahan bagi para pemain PSIM untuk tampil lebih agresif.
Tim asuhan Jean-Paul van Gastel langsung menunjukkan niat mereka untuk mengakhiri puasa kemenangan. Permainan cepat dan tekanan sejak menit awal membuat Malut United cukup kesulitan mengembangkan permainan.
PSIM akhirnya berhasil membuka keunggulan melalui titik penalti. Ze Valente yang dipercaya sebagai eksekutor tampil tenang saat menaklukkan penjaga gawang lawan dan membawa tuan rumah unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi suntikan moral besar bagi para pemain PSIM. Mereka tampil semakin percaya diri dan terus menekan lini pertahanan Malut United sepanjang pertandingan.
Di sisi lain, Malut United mencoba bangkit dan mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Namun, pertahanan PSIM tampil disiplin dan mampu meredam sejumlah serangan tim tamu.
Keunggulan PSIM kemudian semakin aman setelah Andi Irfan mencetak gol kedua. Penyerang muda tersebut berhasil memanfaatkan peluang dengan baik dan memastikan Laskar Mataram unggul dua gol.
Gol itu sekaligus menutup perjuangan Malut United untuk mengejar ketertinggalan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan untuk kemenangan PSIM Yogyakarta.
Hasil ini terasa sangat spesial bagi PSIM karena menjadi kemenangan pertama mereka setelah melewati delapan pertandingan tanpa hasil maksimal. Sebelumnya, PSIM mencatatkan lima kekalahan dan tiga hasil imbang dalam periode yang cukup berat.
Terakhir kali Laskar Mataram meraih kemenangan terjadi pada 27 Februari 2026 ketika mereka mengalahkan PSBS Biak dengan skor 4-2. Sejak saat itu, performa tim sempat mengalami penurunan hingga akhirnya kembali bangkit saat menghadapi Malut United.
Andi Irfan yang turut mencetak gol dalam laga tersebut mengaku lega dan bersyukur atas hasil positif yang akhirnya berhasil diraih timnya.
Menurutnya, kemenangan ini menjadi jawaban atas kerja keras seluruh pemain dan staf pelatih yang terus berusaha keluar dari tekanan dalam beberapa pekan terakhir.
Tambahan tiga poin juga membuat posisi PSIM di klasemen semakin aman. Saat ini, tim kebanggaan Yogyakarta tersebut berada di peringkat ke-11 dengan koleksi 42 poin.
Dengan raihan tersebut, PSIM dipastikan aman dari ancaman degradasi musim ini. Kepastian bertahan di Super League menjadi pencapaian penting bagi klub yang sempat mengalami masa-masa sulit sepanjang kompetisi.
Meski target utama untuk bertahan sudah tercapai, PSIM masih memiliki kesempatan memperbaiki posisi di klasemen dalam dua pertandingan tersisa musim ini.
Laskar Mataram dijadwalkan menghadapi Madura United dan Arema FC pada sisa kompetisi. Dalam laga terdekat, PSIM akan kembali bermain di kandang untuk menjamu Madura United pada 17 Mei 2026.
Kemenangan atas Malut United diharapkan bisa menjadi titik balik kebangkitan tim. Selain meningkatkan moral pemain, hasil positif ini juga memberi optimisme baru kepada para suporter yang terus mendukung PSIM sepanjang musim.
Peran Jean-Paul van Gastel sebagai pelatih juga mulai mendapat apresiasi setelah berhasil membawa tim keluar dari tekanan. Ia dinilai mampu menjaga mental pemain tetap stabil meski hasil buruk sempat terus menghantui.
Kini, fokus PSIM adalah menutup musim dengan hasil sebaik mungkin. Jika mampu mempertahankan performa positif, bukan tidak mungkin Laskar Mataram dapat mengakhiri kompetisi dengan posisi yang lebih baik di papan klasemen.
Bagi para pendukung PSIM, kemenangan ini bukan hanya soal tambahan tiga poin, tetapi juga menjadi bukti bahwa tim kebanggaan mereka masih memiliki semangat juang tinggi untuk bangkit di tengah tekanan. (Redaksi)

