11 Mei 2026 – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan potensinya di ajang Moto3 musim 2026. Meski gagal naik podium, rider Honda Team Asia tersebut tampil impresif dalam balapan penuh drama di Sirkuit Le Mans, Prancis, dan berhasil finis di posisi keempat.
Hasil ini menjadi salah satu pencapaian terbaik Veda sepanjang musim sekaligus mempertegas bahwa dirinya semakin kompetitif di level dunia. Di tengah kondisi lintasan yang sulit akibat hujan, pembalap asal Indonesia itu mampu bertarung dengan para rider papan atas dan nyaris membawa pulang podium bersejarah.
Balapan Moto3 GP Prancis berlangsung dalam kondisi trek basah yang membuat persaingan menjadi sangat menantang sejak awal. Para pembalap harus berhati-hati menjaga grip ban di lintasan licin, sementara kesalahan kecil bisa langsung berujung kecelakaan.
Situasi tersebut langsung terlihat sejak lap pertama dimulai. Dua pembalap, Brian Uriarte dan David Munoz, mengalami crash di tikungan berbeda dan gagal melanjutkan balapan dengan baik.
Veda Ega yang memulai lomba dari posisi keenam sempat mengalami kesulitan pada awal balapan. Ia kehilangan beberapa posisi akibat ketatnya persaingan di kelompok depan dan sempat melorot hingga posisi ke-11 pada lap pertama.
Namun, pembalap muda Indonesia itu memperlihatkan mental kuat dan kemampuan adaptasi yang sangat baik di lintasan basah. Perlahan tetapi pasti, Veda mulai menemukan ritme balapnya.
Balapan sendiri berlangsung sangat kacau dalam beberapa lap awal. Hingga enam lap berjalan, sudah ada enam pembalap yang terjatuh akibat kondisi trek yang licin dan sulit dikendalikan.
Di tengah banyaknya insiden, Veda tetap mampu menjaga konsistensi. Meski sempat turun hingga posisi ke-14, ia berhasil bangkit dan kembali merangsek ke barisan depan.
Performa Veda mulai benar-benar mencuri perhatian ketika balapan memasuki pertengahan lomba. Ia sukses naik ke posisi kelima setelah melakukan beberapa manuver bersih dan efektif terhadap rival-rivalnya.
Tidak berhenti di situ, satu lap kemudian Veda kembali memperbaiki posisinya dan berhasil masuk ke urutan keempat. Pada fase tersebut, ia mulai memberikan tekanan serius kepada Matteo Bertelle yang berada di posisi ketiga.
Persaingan untuk perebutan podium pun menjadi salah satu duel paling menarik dalam balapan. Veda terus berusaha memangkas jarak dengan Bertelle dan menunjukkan kecepatan yang cukup kompetitif.
Saat balapan menyisakan lima lap, jarak antara Veda dan Bertelle tercatat sekitar 1,6 detik. Pembalap Indonesia itu terus memacu motornya demi mengejar peluang podium pertamanya di Moto3 musim ini.
Meski tampil agresif hingga lap terakhir, Veda akhirnya harus puas finis di posisi keempat. Ia gagal mengejar Bertelle yang berhasil mempertahankan tempat ketiga hingga garis finis.
Sementara itu, kemenangan pada Moto3 GP Prancis 2026 berhasil diraih Maximo Quiles. Pembalap muda tersebut tampil sangat konsisten sepanjang balapan dan menjadi rider tercepat yang menyentuh garis akhir di Le Mans.
Posisi kedua ditempati Augusto Fernandez yang juga tampil solid dalam kondisi lintasan sulit. Matteo Bertelle melengkapi podium setelah sukses mempertahankan posisi ketiga dari tekanan Veda Ega.
Walaupun belum berhasil naik podium, hasil finis keempat tetap menjadi pencapaian penting bagi Veda Ega Pratama. Ia menunjukkan perkembangan signifikan, terutama dalam menghadapi kondisi balapan yang penuh tekanan dan risiko tinggi.
Penampilan kompetitif di Le Mans juga memperlihatkan bahwa Veda mulai mampu bersaing secara konsisten dengan para pembalap terbaik Moto3. Kemampuan menjaga fokus di lintasan basah menjadi salah satu nilai lebih yang ditunjukkan rider muda Indonesia tersebut.
Bagi Honda Team Asia, performa Veda tentu menjadi sinyal positif untuk sisa musim 2026. Jika mampu mempertahankan konsistensi dan terus meningkatkan performa kualifikasi, peluang meraih podium bahkan kemenangan bukan hal yang mustahil.
Hasil di Moto3 Prancis ini juga semakin memperbesar harapan publik Indonesia terhadap masa depan Veda Ega Pratama di dunia balap internasional. Di usianya yang masih muda, ia sudah mampu menunjukkan mental bertarung yang kuat di salah satu ajang paling kompetitif dalam dunia motorsport. (Redaksi)

