3 Mei 2026 – Pertandingan penuh drama tersaji di Semarang ketika Malut United menunjukkan mental luar biasa dengan meraih kemenangan telak meski bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit. Dalam laga yang sempat tertunda akibat cuaca buruk, duel ini berubah menjadi panggung dominasi tim tamu yang tampil efektif dan tajam sepanjang pertandingan.
Bermain di Stadion Jatidiri, pertandingan antara Malut United dan Persis Solo harus dimulai sekitar 90 menit lebih lambat dari jadwal semula. Kondisi cuaca yang tidak bersahabat sempat mengganggu jalannya laga, namun hal itu tidak mengurangi intensitas permainan kedua tim.
Persis lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-14. Bruno Gomes berhasil memaksimalkan umpan silang Roman Paparyha dengan tembakan akurat yang tak mampu dijangkau kiper Angga Saputro. Gol tersebut sempat memberi kepercayaan diri bagi tuan rumah untuk mengendalikan permainan.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Lima menit kemudian, Malut berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan David da Silva yang memanfaatkan bola mati kiriman Tyronne del Pino. Gol ini menjadi awal kebangkitan tim tamu yang tampil semakin percaya diri.
Situasi menjadi semakin menantang bagi Malut ketika mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-31. Gustavo Franca diusir keluar lapangan setelah melakukan pelanggaran keras, keputusan yang diambil wasit usai meninjau ulang insiden tersebut. Kondisi ini seharusnya menjadi keuntungan bagi Persis, namun yang terjadi justru sebaliknya.
Meski kalah jumlah pemain, Malut justru tampil lebih efektif. Pada menit ke-39, David da Silva kembali mencetak gol melalui sundulan hasil sepak pojok Tyronne, membawa timnya berbalik unggul. Penampilan impresifnya berlanjut di masa tambahan waktu babak pertama ketika ia menyempurnakan hattrick melalui eksekusi penalti. Hadiah penalti diberikan setelah bola mengenai tangan pemain Persis di dalam kotak terlarang. Skor 3-1 menutup babak pertama.
Memasuki babak kedua, dominasi Malut tidak surut. Mereka bahkan mampu memperlebar keunggulan pada menit ke-49 lewat gol Nilson Junior yang kembali memanfaatkan umpan Tyronne. Kerja sama apik antar pemain menjadi kunci keberhasilan serangan tim tamu.
Gol kelima hadir pada menit ke-68 melalui aksi individu Yakob Sayuri. Ia menunjukkan ketenangan dan teknik tinggi setelah menerima umpan dari saudara kembarnya, Yance Sayuri, sebelum menaklukkan kiper Persis.
Persis sempat memperkecil ketertinggalan melalui Arkhan Kaka pada menit ke-77, namun gol tersebut tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 5-2 tetap bertahan untuk kemenangan Malut United.
Hasil ini membawa Malut naik ke posisi empat besar klasemen sementara dengan raihan 52 poin dari 31 pertandingan. Sebaliknya, Persis harus puas berada di papan bawah, tepatnya di posisi ke-16 dengan 27 poin, dan masih harus berjuang keras untuk menjauh dari ancaman degradasi.
Kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan mental dan efektivitas strategi Malut United. Bermain dengan 10 pemain bukan menjadi hambatan, melainkan justru memicu semangat mereka untuk tampil lebih disiplin dan memanfaatkan setiap peluang dengan maksimal. Jika performa ini mampu dipertahankan, Malut berpotensi menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan hingga akhir musim. (Redaksi)

