2 Mei 2026 – Akhir musim yang seharusnya menjadi penutup manis justru berubah menjadi momen penuh tanda tanya bagi Luka Modrić. Gelandang veteran itu kini berada di persimpangan karier setelah cedera yang dialaminya memaksa menepi lebih cepat, sekaligus memunculkan spekulasi mengenai masa depannya bersama AC Milan.
Insiden yang menjadi titik balik tersebut terjadi saat Milan menghadapi Juventus di San Siro dalam lanjutan Serie A. Dalam duel udara, Modric bertabrakan dengan gelandang Juventus, Manuel Locatelli. Benturan keras di area wajah membuat keduanya harus mendapatkan perawatan di lapangan, namun hanya Modric yang akhirnya tidak mampu melanjutkan pertandingan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya retak pada tulang pipi, cedera yang umumnya membutuhkan waktu pemulihan antara enam hingga delapan minggu. Dengan sisa musim yang tidak lagi mencukupi, kondisi ini secara otomatis menutup perjalanan Modric di musim 2025 2026 lebih cepat dari yang diharapkan.
Situasi ini menjadi semakin kompleks mengingat status kontraknya. Modric bergabung dengan Milan setelah meninggalkan Real Madrid dengan kesepakatan berdurasi satu musim, disertai opsi perpanjangan satu tahun. Klausul tersebut kini menjadi pusat perhatian, karena akan menentukan apakah ia melanjutkan kariernya atau justru mengakhiri perjalanan profesionalnya dalam kondisi yang kurang ideal.
Di tengah ketidakpastian, muncul indikasi kuat bahwa Modric cenderung ingin memperpanjang masa baktinya. Bagi pemain berusia 40 tahun itu, menutup karier akibat cedera bukanlah skenario yang diinginkan. Ia disebut masih memiliki motivasi untuk tampil di level tertinggi dan memberikan kontribusi lebih bagi tim.
Dari sisi klub, keputusan terkait aktivasi klausul perpanjangan memang berada dalam kendali manajemen. Namun, pihak Milan dikabarkan tidak akan mengambil langkah tersebut tanpa persetujuan dari sang pemain. Hal ini menunjukkan adanya komunikasi dua arah yang mempertimbangkan kepentingan klub sekaligus keinginan pribadi Modric.
Faktor lain yang turut memengaruhi keputusan adalah peluang tampil di kompetisi elite Eropa. Modric disebut tertarik untuk tetap bermain di Liga Champions musim depan, terutama di bawah arahan pelatih Massimiliano Allegri. Kesempatan tersebut bisa menjadi motivasi tambahan untuk tetap melanjutkan karier, setidaknya satu musim lagi.
Selain aspek teknis, keputusan Modric juga sarat dengan pertimbangan emosional. Sebagai pemain yang telah meraih berbagai prestasi sepanjang kariernya, ia tentu ingin mengakhiri perjalanan di lapangan dengan cara yang lebih layak, bukan karena keterpaksaan akibat cedera.
Dengan waktu pemulihan yang masih berjalan, keputusan final diperkirakan akan diambil dalam beberapa bulan ke depan. Banyak pihak meyakini bahwa kejelasan mengenai masa depan Modric akan muncul sebelum atau setelah rangkaian turnamen besar internasional musim panas.
Kini, semua mata tertuju pada langkah yang akan diambil oleh sang maestro lini tengah. Apakah ia memilih bangkit dan melanjutkan kariernya bersama Milan, atau justru mengakhiri perjalanan panjangnya di dunia sepak bola, akan menjadi cerita penting yang dinantikan para penggemar di seluruh dunia. (Redaksi)

