3 Mei 2026 – Harapan tim bulu tangkis putri Indonesia untuk melaju ke partai puncak harus pupus di babak semifinal Uber Cup 2026. Dalam duel sengit melawan Korea Selatan, Indonesia akhirnya tersingkir dengan skor akhir 1-3, setelah gagal membalikkan keadaan di partai penentuan.
Pertandingan yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, mempertemukan dua kekuatan besar bulu tangkis putri dunia. Korea Selatan lebih dulu mengamankan keunggulan melalui performa solid di dua partai awal, sementara Indonesia sempat membuka harapan lewat satu kemenangan yang menjaga asa tetap hidup.
Penentuan nasib Indonesia terjadi di partai ketiga yang mempertemukan ganda putri Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum melawan pasangan Korea Selatan, Jeong Na Eun dan Kim Hye Jeong. Pertandingan ini berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal hingga akhir.
Pasangan Korea langsung tampil agresif di awal gim pertama dengan keunggulan cepat 7-0, membuat Rachel dan Febi berada di bawah tekanan. Meski sempat kesulitan menemukan ritme permainan, wakil Indonesia perlahan mulai bangkit dan mampu memperkecil selisih poin hingga 7-11 saat interval.
Selepas jeda, duel berlangsung semakin ketat. Rachel dan Febi menunjukkan semangat juang tinggi dengan terus menekan dan mendekati perolehan poin lawan. Namun, konsistensi Jeong dan Kim dalam menjaga tempo membuat mereka tetap unggul dan akhirnya menutup gim pertama dengan skor 21-16.
Memasuki gim kedua, pertandingan kembali berjalan dalam tekanan bagi pasangan Indonesia. Mereka sempat tertinggal cukup jauh di awal, namun perlahan mampu bangkit dan menyamakan kedudukan setelah melalui reli panjang yang menguras stamina kedua tim.
Pertarungan poin demi poin menjadi ciri utama di fase akhir gim kedua. Kedua pasangan saling kejar angka hingga mencapai skor imbang. Rachel dan Febi menunjukkan determinasi tinggi, bahkan harus jatuh bangun demi mengembalikan bola dan menjaga peluang tetap hidup.
Namun, di momen krusial, pasangan Korea Selatan mampu tampil lebih tenang. Mereka berhasil mencapai match point terlebih dahulu dan akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 21-18. Kekalahan ini memastikan Indonesia tidak dapat melanjutkan perjuangan ke final.
Secara keseluruhan, Korea Selatan menunjukkan performa yang lebih konsisten sepanjang pertandingan. Kemenangan di partai partai awal memberi mereka keunggulan yang sulit dikejar, meskipun Indonesia sempat memberikan perlawanan sengit.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan performa di turnamen mendatang. Meski langkah terhenti di semifinal, perjuangan para pemain menunjukkan potensi besar yang masih dapat dikembangkan ke depannya.
Sementara itu, Korea Selatan melangkah ke partai final dengan kepercayaan diri tinggi, membawa momentum kemenangan dari laga semifinal yang penuh tekanan. (Redaksi)

