Medan, 29 Desember 2025 – Untuk menjamin layanan transportasi yang handal, KAI Divre I Sumatera Utara menjalin kemitraan dengan BNNP Sumut guna memastikan seluruh pegawainya bersih dari narkotika. Kerja sama ini diresmikan oleh Sofan Hidayah selaku Vice President KAI Divre I Sumut dan Brigjen Pol. Tatar Nugroho sebagai Kepala BNNP Sumut di kota Medan. Tindakan nyata langsung diambil dengan melakukan tes urine acak terhadap belasan personel operasional untuk mendeteksi dini adanya penyalahgunaan zat terlarang. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur pengawasan kualitas demi menjaga performa kerja yang optimal di lingkungan perkeretaapian Sumatera Utara.
Sofan Hidayah menyatakan bahwa keterlibatan manusia yang masih tinggi dalam operasional kereta api mengharuskan perusahaan memiliki standar kesehatan yang ketat. Kolaborasi dengan BNNP diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi para penumpang yang melakukan perjalanan jauh maupun dekat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan kereta api dan juga perawatan sarana serta prasarana kami bebas dari narkoba. KAI Divre I Sumatera Utara mengucapkan terima kasih kepada BNNP Sumatera Utara atas kerjasama ini,” tutur Sofan. Hal ini menjadi bukti bahwa manajemen sangat memperhatikan detail terkecil dalam aspek keselamatan operasional di lapangan.
Kepala BNNP Sumatera Utara, Brigjen Pol. Tatar Nugroho mengapresiasi tinggi keterbukaan KAI dalam memberantas narkoba di lingkungan kerjanya. Beliau mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba di sektor publik dapat memicu pelanggaran SOP yang berujung pada kecelakaan fatal bagi masyarakat. “Setiap pekerjaan yang dilakukan di KAI sangat berdampak terhadap keselamatan manusia,” ungkap Tatar menekankan urgensi dari kerja sama tersebut. Menurutnya, BNN memiliki visi yang sama dengan KAI dalam melindungi masyarakat dari dampak buruk peredaran narkotika, terutama di tempat kerja yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan jiwa.
Secara operasional, Anwar Yuli Prastyo selaku Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara menyebutkan ada 2.531 pekerja KAI Group yang masuk dalam radar pengawasan program ini. BNNP Sumut tidak hanya membantu dalam pemeriksaan, tetapi juga memberikan pelatihan edukatif tentang cara mendeteksi pengaruh narkoba secara visual. Anwar juga memastikan bahwa setiap kru yang berdinas, mulai dari masinis hingga kondektur, wajib lolos pemeriksaan medis rutin tanpa pengecualian. “Semua upaya yang sudah dilakukan oleh KAI ini adalah wujud komitmen kami dalam memastikan bahwa setiap perjalanan kereta api senantiasa selamat sehingga meninggalkan kesan bagi setiap pelanggan,” tutup Anwar. (Redaksi)

