Jakarta, 27 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuktikan komitmen terhadap integritas melalui berbagai aspek layanan publik, mulai dari pengelolaan Lost and Found hingga pengawasan ketat terhadap standar operasional prosedur. Setiap langkah yang diambil dalam operasional sehari-hari dirancang untuk memastikan bahwa nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas terjaga dengan baik. KAI menyadari bahwa integritas bukan hanya slogan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata dalam setiap aspek pelayanan.
Sistem Lost and Found yang mencatat 11.670 barang tertinggal dengan nilai estimasi Rp12,88 miliar sepanjang Januari-Oktober 2025 menjadi salah satu bukti konkret penerapan integritas di lapangan. Setiap barang yang ditemukan, termasuk 3.819 item barang berharga seperti telepon genggam dan laptop, dicatat dengan detail dan diamankan sesuai prosedur yang ketat. Sistem dokumentasi yang rapi memudahkan proses verifikasi dan klaim oleh pemilik yang sah, sekaligus menjadi alat kontrol internal untuk mencegah penyimpangan.
VP Corporate Communications KAI, Anne Purba, menjelaskan proses pemeriksaan yang dilakukan perusahaan. “Kami melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari koordinasi dengan mitra petugas, sampai memastikan SOP dijalankan hingga dokumen layanan. Setiap keputusan terkait petugas harus berbasis fakta yang lengkap agar adil bagi semua pihak,” lanjut Anne. Pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan SOP memastikan bahwa setiap petugas menjalankan tugasnya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
KAI tidak hanya fokus pada pengawasan, tetapi juga memberikan pembinaan berkelanjutan kepada petugas untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga integritas dalam layanan publik. Program pelatihan rutin dan evaluasi kinerja dilakukan untuk memastikan bahwa standar pelayanan terus meningkat. Dengan pendekatan yang komprehensif ini, KAI berupaya menciptakan budaya kerja yang mengutamakan integritas sebagai nilai inti, sehingga setiap layanan publik yang diberikan dapat memenuhi ekspektasi masyarakat dan membangun kepercayaan jangka panjang.
(Redaksi)

