Jakarta, 03 Desember 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan pengiriman batu bara ke PLTU berjalan tepat waktu untuk menopang pasokan listrik bagi sekitar 158 juta penduduk di Jawa dan Bali. Layanan angkutan ini menjadi tulang punggung stabilitas energi nasional, khususnya saat lonjakan konsumsi menjelang Nataru.
Satu rangkaian kereta barang dapat membawa hingga 30 gerbong, masing-masing berkapasitas 42 ton, sehingga mampu mengirimkan volume besar dalam satu perjalanan. Kapasitas ini memungkinkan distribusi energi lebih efisien dibanding angkutan darat.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menegaskan pentingnya ketepatan waktu pengiriman bagi PLTU. “Melalui operasional yang konsisten dan perencanaan jangka panjang, KAI terus menjadi mitra strategis dalam menjaga pasokan energi yang mendukung aktivitas ratusan juta masyarakat,” ujarnya.
KAI menerapkan sistem monitoring digital untuk memantau setiap perjalanan kereta secara real time. Sistem ini memungkinkan operator segera mengambil tindakan jika terjadi gangguan, menjaga jadwal distribusi tetap stabil.
Koordinasi intensif dengan operator pembangkit dan perusahaan tambang memastikan pasokan disesuaikan dengan kebutuhan harian. Dengan begitu, stok batu bara di pembangkit tetap optimal dan risiko gangguan listrik dapat diminimalkan.
Fasilitas terminal batu bara juga diperkuat dengan peralatan modern untuk mempercepat bongkar muat. Mekanisme ini mengurangi waktu tunggu kereta dan meningkatkan kecepatan distribusi menuju PLTU.
Pengalihan distribusi dari jalan raya ke moda rel turut mengurangi kemacetan serta memperpanjang umur infrastruktur transportasi darat. Moda kereta terbukti lebih stabil dan andal dalam mengangkut volume besar komoditas energi.
Dengan semua upaya tersebut, KAI memastikan pasokan batu bara bagi 158 juta jiwa tetap tersedia tepat waktu, mendukung kelangsungan aktivitas masyarakat dan industri secara optimal. (Redaksi)

