Palembang, 1 Desember 2025 — Untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat di rute Sumatera Selatan–Lampung selama masa libur Natal dan Tahun Baru, KAI Divre III Palembang resmi menaikkan kapasitas layanan KA Rajabasa. Penambahan tiga rangkaian baru menjadikan total armada yang beroperasi kini mencapai delapan unit.
Kenaikan kapasitas ini menjadi langkah penting dalam menjaga ketersediaan layanan transportasi publik di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat pada akhir tahun. Dengan kapasitas harian mencapai 848 kursi, Rajabasa kini dapat mengakomodasi lebih banyak pelanggan yang hendak melakukan perjalanan jarak menengah.
Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menegaskan bahwa penambahan rangkaian dilakukan atas dasar evaluasi kebutuhan mobilitas masyarakat. “Melihat tren peningkatan permintaan perjalanan pada musim liburan Nataru, KAI Divre III melakukan penambahan tiga rangkaian KA Rajabasa sebagai langkah antisipatif untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan transportasi yang aman dan nyaman,” ujar Aida.
Hingga saat ini, meski permintaan tiket terus mengalami peningkatan, sekitar 35 persen ketersediaan kursi Rajabasa masih dapat dipesan masyarakat. Peluang ini dinilai cukup besar, terutama bagi mereka yang belum memastikan jadwal keberangkatan pada musim liburan.
Aida juga mengajak masyarakat untuk segera melakukan pemesanan sebelum seluruh kursi terjual habis. “Kami mengajak pelanggan untuk segera memesan karena ketersediaan tempat duduk masih terbuka. Pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, website KAI, dan seluruh kanal resmi lainnya,” jelas Aida.
Selain peningkatan kapasitas, KAI Divre III juga memperkuat aspek keamanan perjalanan dengan menyerukan kepatuhan terhadap ketentuan barang bawaan. Aturan mengenai bagasi, barang terlarang, dan ketepatan waktu kedatangan tetap diberlakukan secara ketat demi menjaga kenyamanan seluruh penumpang.
Barang yang diperbolehkan antara lain bagasi maksimal 20 kg, sepeda lipat tertentu, serta alat bantu mobilitas seperti kursi roda manual dan stroller bayi. Sementara barang terlarang mencakup hewan peliharaan, zat mudah terbakar, benda berbau tajam, dan senjata.
Aida juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan penumpang terhadap barang milik pribadi selama perjalanan. “Kami mengimbau pelanggan untuk tetap waspada dan menjaga barang bawaannya secara mandiri. Kehilangan barang pribadi bukan menjadi tanggung jawab perusahaan,” ungkapnya.
Dengan berbagai penguatan layanan ini, KAI berharap mobilitas masyarakat selama periode Nataru dapat berlangsung dengan lebih tertib, aman, dan tanpa hambatan berarti. (Redaksi)

