Madiun, 30 November 2025 — PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Daop 7 Madiun memastikan seluruh perangkat keras dan infrastruktur Sistem Telekomunikasi dan Persinyalan (Sintelis) berada dalam kondisi optimal menjelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Keandalan sistem sintelis menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran perjalanan kereta selama periode padat penumpang.
Tim teknis Daop 7 telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem persinyalan, perangkat telekomunikasi, kabel jaringan, relay persinyalan, hingga panel kendali. Pemeriksaan dilakukan secara terjadwal dan terstruktur dengan metode preventive maintenance guna mengantisipasi potensi gangguan saat operasi berlangsung.
Menurut manajemen, setiap perangkat sintelis harus melalui uji fungsi sebelum digunakan selama periode Nataru. Sistem persinyalan menjadi fokus utama karena berperan langsung dalam pengaturan perjalanan kereta. Kesalahan sekecil apa pun dapat berdampak pada keterlambatan, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan operasi.
Selain pemeriksaan rutin, KAI juga menempatkan petugas jaga secara 24 jam di titik-titik rawan untuk memperkuat pengawasan. Keberadaan petugas ini memastikan jika terjadi gangguan, penanganan dapat dilakukan dengan cepat sehingga tidak mengganggu jadwal perjalanan kereta.
KAI bekerja sama dengan vendor penyedia perangkat untuk memastikan pembaruan perangkat keras maupun perangkat lunak berjalan sesuai kebutuhan operasional. Beberapa komponen yang sudah melewati masa pakai diganti dengan sistem yang lebih modern dan memiliki tingkat keandalan lebih tinggi.
Peningkatan kapasitas jaringan telekomunikasi internal juga dilakukan untuk memastikan komunikasi antarstasiun berlangsung tanpa hambatan. Stabilitas komunikasi menjadi parameter penting dalam menjaga koordinasi perjalanan di sepanjang lintas Daop 7, terutama saat volume perjalanan meningkat.
Selain itu, tim sintelis melakukan simulasi gangguan dan rekayasa operasional untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi skenario darurat. Simulasi ini mencakup pemadaman listrik, gangguan kabel, dan kerusakan perangkat persinyalan. Langkah antisipatif ini diharapkan mempercepat proses pemulihan jika gangguan benar terjadi.
Dengan berbagai upaya tersebut, KAI memastikan seluruh komponen sintelis siap mendukung kelancaran perjalanan kereta pada masa Nataru. Keandalan teknologi menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas operasional di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
KAI berharap persiapan infrastruktur sintelis ini mampu memperkuat keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan selama libur akhir tahun, sehingga masyarakat dapat menikmati pengalaman perjalanan yang nyaman dan aman. (Redaksi)

