Medan, 01 Desember 2025 – Penumpang KA Srilelawangsa kembali menerima kabar kurang menyenangkan setelah PT Railink memastikan tidak ada layanan perjalanan pada 28 November. Gangguan stabilitas jalur yang belum pulih pasca banjir memaksa perusahaan menghentikan sementara operasional demi menjaga keselamatan.

PT Railink menjelaskan bahwa kondisi tanah penopang rel di beberapa titik masih labil dan belum bisa dilewati oleh kereta. Pemeriksaan teknis menunjukkan adanya pergeseran bantalan rel yang berpotensi membahayakan perjalanan jika tetap dipaksakan.

Manajer Humas PT Railink, Ayep Hanapi, menegaskan bahwa keputusan tersebut murni diambil berdasarkan pertimbangan keselamatan. “Stabilitas jalur belum aman. Kami tidak bisa melayani perjalanan tanggal 28 November,” ujar Ayep. Ia menekankan bahwa keselamatan penumpang merupakan prioritas utama perusahaan.

Proses perbaikan jalur terus dilakukan dengan menurunkan tim teknis tambahan. Mereka bekerja memperkuat konstruksi tanah serta memulihkan struktur rel yang terpengaruh oleh banjir dan erosi. Namun, upaya percepatan tetap harus mengikuti standar keselamatan yang ketat.

Pembatalan perjalanan Srilelawangsa tentu berdampak pada rencana mobilitas penumpang. Railink menyediakan layanan refund dan reschedule tanpa biaya tambahan sebagai bentuk pelayanan bagi pengguna yang terdampak.

Ayep menyampaikan bahwa perusahaan terus memberikan update secara berkala melalui kanal resmi. “Kami akan menginformasikan kembali jika ada perkembangan terbaru terkait pembukaan jalur,” jelasnya.

Penumpang diimbau memahami situasi alam yang menjadi penyebab utama gangguan ini. Railink memastikan bahwa seluruh langkah mitigasi ditempuh untuk mempercepat pemulihan jalur.

Dengan kondisi jalur yang masih belum stabil, Railink menegaskan bahwa pembukaan operasional baru akan dilakukan setelah hasil evaluasi menunjukkan jalur benar-benar aman untuk dilalui. (Redaksi) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *