Jember, 26 November 2025 – Untuk menjamin kelancaran perjalanan kereta selama musim libur akhir tahun, KAI Daop 9 mengintensifkan pembaruan infrastruktur di sejumlah lintasan prioritas. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya arus mobilitas masyarakat yang memerlukan kesiapan prasarana secara menyeluruh.
Pembaruan dilakukan melalui penggantian material rel, peningkatan kualitas struktur ballast, hingga peremajaan bantalan yang menunjang stabilitas jalur. Tidak hanya itu, KAI Daop 9 juga melakukan penyelarasan geometri jalur agar kenyamanan perjalanan semakin optimal.
VP Public Relations KAI Joni Martinus menjelaskan bahwa pembaruan infrastruktur merupakan bagian dari prosedur tahunan menjelang Nataru. “KAI berkomitmen memberikan layanan yang aman dan nyaman di masa Nataru. Salah satu upaya kami adalah memastikan sistem persinyalan, wesel, jalur rel, dan jembatan dalam kondisi prima,” ujar Joni.
Ia menegaskan bahwa pembaruan ini dilakukan untuk mencegah gangguan yang berpotensi terjadi akibat meningkatnya frekuensi perjalanan. Dengan kualitas jalur yang lebih baik, risiko perlambatan maupun gangguan operasional dapat ditekan.
KAI Daop 9 turut memperkuat inspeksi pada jembatan, persinyalan, dan wesel agar seluruh komponen bekerja dalam kondisi terbaik. Pemantauan dilakukan sepanjang hari oleh tim teknis melalui pola pemeriksaan berjadwal maupun pemeriksaan mendadak.
Di beberapa wilayah, KAI juga menggunakan alat ukur jalur untuk menilai kondisi rel secara lebih detail. Teknologi ini membantu mempercepat identifikasi kerusakan, sehingga waktu penanganan dapat dipangkas secara signifikan.
Fokus pembaruan terutama dilakukan di daerah Jember, Klakah, hingga Banyuwangi yang memiliki arus perjalanan padat. Pembenahan dilakukan tanpa mengganggu jadwal perjalanan reguler dan dikoordinasikan langsung dengan pusat kendali.
Dengan langkah pembaruan yang komprehensif, KAI Daop 9 memastikan lintas perjalanan tetap lancar selama masa liburan. Infrastruktur yang semakin andal menjadi kunci utama dalam menjaga kenyamanan masyarakat. (Redaksi)

