Madiun, 14 November 2025 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperkuat aspek keselamatan perjalanan menjelang masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah peningkatan ini dilakukan melalui inspeksi menyeluruh bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) yang berlangsung di lintas dan stasiun wilayah Daop 7. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh fasilitas, baik di darat maupun di atas kereta, berada dalam kondisi prima.

Proses inspeksi yang dilakukan Tim DJKA pada 10–14 November mencakup pengecekan fasilitas keselamatan dan pelayanan publik. Pemeriksaan ini menitikberatkan pada kesiapan menghadapi lonjakan penumpang selama masa puncak liburan akhir tahun. Menurut KAI, peningkatan aspek keselamatan merupakan prioritas dalam penyelenggaraan angkutan Nataru yang setiap tahunnya menunjukkan tren kenaikan permintaan.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menegaskan bahwa seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan sesuai ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 48 Tahun 2015. “Tim DJKA pada 10–14 November telah melakukan ramp check dengan memantau kesiapan KAI Daop 7 Madiun dalam menyambut masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026,” ujar Zainul.

Ia menambahkan, pemeriksaan ini dilakukan secara langsung di stasiun-stasiun utama seperti Blitar, Kediri, Tulungagung, Jombang, Nganjuk, Madiun, hingga Ngawi. Selain itu, rangkaian kereta komersial jarak jauh seperti KA Singasari, Bangunkarta, Brantas, dan Darmawangsa turut menjadi bagian dari uji kelayakan operasional.

Fasilitas keselamatan seperti alat pemadam api ringan (APAR), jalur evakuasi, titik kumpul, dan nomor darurat menjadi fokus utama pemeriksaan. Selain itu, fasilitas kesehatan seperti P3K, kursi roda, tandu, lampu penerangan, hingga pos kesehatan juga dipastikan berfungsi dengan baik untuk melayani penumpang.

KAI Daop 7 juga memastikan bahwa fasilitas keamanan di stasiun, termasuk kamera pengintai (CCTV), petugas keamanan, dan informasi darurat telah memenuhi standar layanan minimum. Pemeriksaan dilakukan tidak hanya pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga pada keterbaruan, fungsi teknis, serta kemudahan akses bagi penumpang.

Sementara untuk pemeriksaan di atas kereta, sejumlah aspek diperiksa, seperti rem darurat, jalur evakuasi, alat pemecah kaca, P3K, hingga informasi peta perjalanan dan nomor kontak kondektur. Kebersihan toilet, pengatur suhu ruangan, serta fasilitas bagi difabel turut menjadi indikator kelayakan pelayanan.

Zainul mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Daop 7 secara umum telah memenuhi syarat sesuai standar pelayanan minimum. Temuan ini sekaligus menjadi dorongan bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan, terutama pada momen arus padat liburan.

Ia menegaskan komitmen KAI dalam menyediakan layanan angkutan yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Menurutnya, kesiapan fasilitas menjadi kunci dalam memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat yang memanfaatkan moda transportasi kereta api.

Dengan peningkatan keselamatan yang terus dilakukan, KAI berharap masyarakat semakin percaya menggunakan transportasi kereta api selama libur Natal dan Tahun Baru. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *