Jakarta, 17 November 2025 – Setelah hampir dua dekade mengabdi, KRL JALITA resmi mengakhiri masa operasionalnya. Perpisahan yang berlangsung di Stasiun Jakarta Kota pada Minggu (16/11) itu menjadi momentum penting bagi KAI dalam mempercepat modernisasi layanan Commuter Line Jabodetabek.
Sejak beroperasi pada 2006, JALITA menjadi tonggak awal perkembangan sarana milik KAI Commuter. Kehadirannya memperkenalkan AC, ruang lebih nyaman, serta peningkatan kapasitas yang membuat layanan KRL semakin relevan bagi mobilitas harian masyarakat.
Kini, kebutuhan akan sarana yang lebih modern semakin mendesak. Dengan jumlah pengguna mencapai 287 juta perjalanan dalam sepuluh bulan, KAI dan KAI Commuter harus memastikan bahwa pelayanan tetap berjalan optimal meski menghadapi pertumbuhan mobilitas yang sangat cepat.
Berakhirnya masa tugas JALITA bukan sekadar penutupan sejarah. Ini adalah fase awal regenerasi besar-besaran. KAI telah menyiapkan pengadaan unit-unit baru yang lebih efisien energi, lebih aman, serta mampu menampung lebih banyak penumpang dalam satu perjalanan.
Keputusan mempercepat modernisasi ini juga didorong oleh evaluasi sarana lama. Unit lama membutuhkan perawatan berat yang lebih intens, sementara kebutuhan frekuensi perjalanan terus meningkat. Dengan mengganti sarana tua, stabilitas operasional dapat dipertahankan.
Mini Museum JALITA yang digelar selama 10–16 November menjadi pengingat betapa besar dampak historis sarana ini. Lebih dari 20 ribu pengunjung datang untuk melihat kembali perjalanannya dan memahami bagaimana transformasi layanan KRL dimulai.
Direktur Utama KAI 2009–2014 Ignasius Jonan turut hadir dan menyampaikan pesan bahwa modernisasi harus terus berjalan. “Selama Jabodetabek berkembang sebagai pusat mobilitas nasional, KRL harus semakin modern. Sarana yang nyaman adalah kebutuhan pokok warga kota,” ujarnya.
Jonan juga menyebut bahwa sebagian unit JALITA sebaiknya dilestarikan sebagai museum. Pelestarian ini penting untuk menunjukkan bagaimana evolusi layanan telah membentuk transportasi urban seperti yang dapat dinikmati masyarakat hari ini.
KAI sendiri menegaskan komitmennya dalam melanjutkan investasi sarana secara bertahap. Fokus utama adalah memastikan perjalanan tetap aman, nyaman, dan memiliki kapasitas mencukupi untuk memenuhi tuntutan mobilitas perkotaan.
Dengan berakhirnya masa tugas JALITA, modernisasi KRL harian memasuki fase baru yang lebih cepat dan lebih terstruktur. Transformasi layanan kini menjadi prioritas utama menuju mobilitas Jabodetabek yang semakin efisien. (Redaksi)

