Aceh, 15 November 2025 — Layanan KA Cut Meutia menunjukkan tren peningkatan jumlah pelanggan sepanjang 2025, dengan total 33.637 penumpang tercatat hingga Oktober. Tren positif ini mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat Aceh Utara terhadap transportasi publik yang murah, aman, dan efisien sebagai penunjang aktivitas harian maupun perjalanan musiman.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa peningkatan pelanggan terjadi secara stabil dari bulan ke bulan. “KA Cut Meutia terus menunjukkan pertumbuhan permintaan yang konsisten. Hal ini menunjukkan bahwa layanan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Anne. Menurutnya, perjalanan kereta yang nyaman dan tarif yang sangat terjangkau menjadi kombinasi yang membuat layanan ini semakin diminati.

Bulan April menjadi titik tertinggi peningkatan pelanggan karena arus mudik Lebaran. Tidak jauh berbeda, Januari dan Mei juga mencatat angka tinggi berkat libur Tahun Baru dan maraknya kunjungan wisata lokal. Tren musiman ini menegaskan bahwa kereta perintis tidak hanya digunakan untuk mobilitas rutin, tetapi juga menjadi pilihan utama untuk perjalanan jarak pendek pada periode liburan.

Dengan tarif Rp2.000, KA Cut Meutia memberikan solusi mobilitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan akses transportasi murah. Harga yang terjangkau ini membuat layanan tersebut menjadi pilihan yang kompetitif dibandingkan moda transportasi darat lainnya. Pelajar, pekerja, dan pedagang kecil menjadi kelompok pelanggan terbanyak sepanjang tahun.

Jarak 21,4 kilometer yang ditempuh kereta ini menghubungkan Krueng Geukueh dan Kutablang melalui delapan perjalanan pulang pergi setiap hari. Operasional yang stabil serta kapasitas 144 kursi membantu memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat tanpa kendala berarti. Pemandangan pesisir Aceh Utara sepanjang rute juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.

Penamaan kereta berdasarkan pahlawan nasional Cut Nyak Meutia memberikan unsur historis yang memperkaya pengalaman perjalanan. Banyak masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk mengunjungi museum Cut Meutia dan situs budaya lainnya sebagai bagian dari wisata edukasi. Hal ini memperlihatkan bahwa layanan KA Cut Meutia memiliki peran lebih luas dari sekadar transportasi publik.

KAI memastikan bahwa tren kenaikan pelanggan akan terus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. “Kami berkomitmen menjaga keandalan operasional agar KA Cut Meutia tetap menjadi pilihan utama masyarakat Aceh Utara,” kata Anne. 

Dengan tren positif sepanjang 2025, kereta perintis ini diproyeksikan terus menjadi penopang mobilitas dan perkembangan wilayah di tahun-tahun mendatang. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *