Jakarta, 14 November 2025 – Penekanan pada konektivitas nasional sebagai fondasi pembangunan ditekankan oleh Menko AHY, yang memastikan bahwa kebijakan pengembangan sektor kereta api merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Agus Harimurti Yudhoyono menyoroti superioritas moda rel dalam mendukung distribusi logistik. Keunggulannya terletak pada efisiensi yang lebih tinggi, kemampuan angkut yang jauh lebih besar, serta kontribusi dalam mengurangi jejak emisi. Pendekatan ini dinilai sebagai langkah progresif untuk membangun infrastruktur transportasi yang modern dan berkelanjutan.
Sejalan dengan arahan tersebut, PT KAI (Persero) secara konsisten melakukan langkah transformasi. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa inisiatif utama mereka adalah Integrated Logistic Solution. Konsep ini bertujuan untuk mengintegrasikan layanan logistik secara menyeluruh, memastikan efisiensi, dan memperluas jangkauan layanan ke seluruh rantai pasok. Transformasi ini menegaskan peran strategis kereta api dalam menopang perekonomian nasional dan meningkatkan daya saing logistik di tingkat global.
Transformasi KAI Group menghasilkan dampak positif yang signifikan pada mobilitas dan distribusi barang. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api. Selama Januari hingga Oktober 2025, total pelanggan KAI Group telah mencapai lebih dari 413 juta orang, sebuah peningkatan sebesar 8,15 persen. Selain itu, kinerja ketepatan waktu layanan KAI Group juga sangat memuaskan, dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan kereta penumpang mencapai 99,53 persen.
KAI juga berperan vital dalam menjaga kelancaran distribusi komoditas strategis. Pada sektor angkutan barang, perusahaan ini mencatat volume lebih dari 57,5 juta ton pada periode yang sama. Kapasitas angkut yang besar dan operasional yang terjadwal secara ketat menjadikan kereta api pilihan utama. Di lintas Jawa, satu rangkaian kereta mampu menarik hingga 30 gerbong, sementara di Sumatra Selatan, rangkaian batu bara bahkan dapat mencapai 61 gerbong. “KAI terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan melalui integrasi sistem, kolaborasi strategis, dan implementasi teknologi. Inisiatif Integrated Logistic Solution kami dorong sebagai langkah memperkuat peran kereta api dalam ekosistem logistik nasional dan mendukung visi pemerintah untuk memperkuat konektivitas dan daya saing bangsa,” jelas Bobby. (Redaksi)

