Magetan, 15 November 2025 – Stasiun Magetan berdiri sebagai perwujudan komitmen KAI untuk menciptakan konektivitas regional yang kuat dan efisien, baik bagi mobilitas masyarakat maupun aktivitas ekonomi. Stasiun yang dulunya dikenal sebagai Halte Barat ini, kini merupakan satu-satunya stasiun aktif di Kabupaten Magetan, melayani rata-rata 270-an penumpang setiap harinya. Peningkatan volume penumpang bulanan mencapai sekitar 8.000 penumpang, sebagian besar didukung oleh beroperasinya KA BIAS.

Layanan KA BIAS (Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo) relasi Adi Soemarmo – Solo Balapan – Madiun/Caruban terbukti sangat efektif, berhasil mengangkut sekitar 4.700 penumpang bulanan dari stasiun ini. Tingginya antusiasme masyarakat, termasuk dari kalangan pelajar, menjadi indikasi bahwa layanan ini telah memenuhi kebutuhan mobilitas regional secara efisien. Stasiun Magetan juga memainkan peran vital dalam logistik industri, melayani angkutan barang melalui KA ketel BBM Mawalo Tanker Madiun – Rewulu.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, secara eksplisit menyatakan komitmen KAI. “KAI berkomitmen untuk memudahkan mobilitas masyarakat dan mempercepat aktivitas ekonomi melalui konektivitas yang kuat dan efisien ke berbagai pusat kota,” ujar Anne Purba. Komitmen ini selaras dengan inisiasi KAI Daop 7 Madiun melalui Program Rail Tour Jawa Timur, yang bertujuan memanfaatkan kereta api sebagai penghubung mobilitas wisatawan menuju destinasi favorit, seperti Telaga Sarangan.

Stasiun Magetan kini menjadi gerbang alternatif menuju Magetan dan kawasan sekitarnya. Dengan melayani berbagai KA antarkota seperti Matarmaja dan Singasari, serta angkutan logistik, stasiun ini menegaskan perannya sebagai katalisator pertumbuhan regional, mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal, seperti Sentra Kerajinan Kulit yang memiliki sejarah ketahanan ekonomi luar biasa. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *