Magetan, 15 November 2025 – Stasiun Magetan mengalami perkembangan signifikan, tidak hanya dari segi identitas, tetapi juga peran vitalnya dalam mendukung konektivitas regional di Jawa Timur. Stasiun yang dulunya dikenal sebagai Halte Barat ini secara resmi berganti nama menjadi Stasiun Magetan pada tahun 2019 atas usulan Pemerintah Kabupaten setempat, dengan tujuan memperkuat citra Magetan dalam jaringan transportasi nasional. Stasiun kelas III/kecil ini, yang berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan, menjadi satu-satunya stasiun aktif yang melayani Kabupaten Magetan.
Kinerja mobilitas penumpang di stasiun ini menunjukkan angka yang stabil, melayani rata-rata sekitar 270 penumpang per hari, dengan volume bulanan mencapai 8.000 penumpang. Faktor utama yang mendongkrak kenaikan signifikan ini adalah beroperasinya layanan KA BIAS (Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo). Layanan ini berelasi Adi Soemarmo – Solo Balapan – Madiun/Caruban dan terbukti berhasil meningkatkan konektivitas regional, tercatat mengangkut sekitar 4.700 penumpang setiap bulan dari Stasiun Magetan. Antusiasme masyarakat yang tinggi, termasuk rombongan pelajar, bahkan memunculkan harapan agar jadwal perjalanan KA BIAS dapat ditambah.
Selain layanan KA BIAS dan angkutan penumpang antarkota seperti Brantas, Jayakarta, dan Singasari, Stasiun Magetan juga memainkan peran krusial dalam logistik. Stasiun ini melayani angkutan barang melalui KA ketel BBM Mawalo Tanker Madiun – Rewulu, yang menegaskan kontribusinya dalam mendukung rantai pasok energi regional. Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa peningkatan kinerja penumpang dan aktivitas logistik di Stasiun Magetan adalah wujud dari komitmen KAI di regional.
Peran Stasiun Magetan meluas sebagai gerbang masuk alternatif yang penting bagi wisatawan. Stasiun ini menghubungkan pengunjung ke destinasi favorit seperti Telaga Sarangan yang indah di lereng Gunung Lawu, serta Sentra Kerajinan Kulit Magetan yang memiliki sejarah panjang sejak tahun 1830 dan menunjukkan ketahanan ekonomi lokal yang luar biasa. Anne Purba menyimpulkan, “Peningkatan kinerja penumpang dan aktivitas logistik di Stasiun Magetan merupakan bagian dari komitmen KAI di regional,” yang menunjukkan peran katalisator kereta api terhadap pertumbuhan regional. (Redaksi)

