Jakarta, 5 November 2025 – Skema kemitraan jangka panjang selama lima puluh tahun menjadi bukti konkret komitmen PT Kereta Api Indonesia dalam pemberdayaan sektor UMKM. Kunjungan kerja Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman pada hari Rabu pekan lalu ke Kawasan Laswi Heritage di Jalan Sukabumi Nomor 20, Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung menandai kesungguhan dalam mengembangkan kawasan dengan perspektif jangka panjang. Kedatangan kedua pejabat tinggi negara tersebut disambut oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin beserta jajaran manajemen perusahaan dan pemerintah daerah, menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan pemberdayaan yang berkelanjutan.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa skema Build, Operate, and Transfer selama lima puluh tahun dipilih untuk memastikan keberlanjutan program pemberdayaan UMKM. Ia menyatakan bahwa komitmen jangka panjang ini memberikan kepastian bagi pelaku UMKM untuk berkembang tanpa khawatir akan perubahan kebijakan yang mendadak. “KAI menjalankan peran penting bagi kepentingan negara melalui pelayanan publik yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Di Kawasan Laswi Heritage, kami mengoptimalkan aset negara sekaligus menjadikannya wadah pemberdayaan bagi pelaku UMKM agar bisa tumbuh bersama,” jelasnya dengan penuh keyakinan. Menurutnya, periode lima puluh tahun memberikan waktu yang cukup untuk membangun, mengembangkan, dan mematangkan ekosistem UMKM yang mandiri dan berdaya saing.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan bahwa skema BOT lima puluh tahun merupakan investasi strategis untuk pembangunan ekonomi kerakyatan. Dalam periode ini, kawasan akan dikembangkan secara bertahap dengan fokus pada penciptaan nilai jangka panjang bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar. “Pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari tanggung jawab sosial sekaligus strategi membangun kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar aset perusahaan,” paparnya. Pemanfaatan lahan yang telah melalui tahap legal dan verifikasi kelengkapan sejak tahun 2022 ini menunjukkan persiapan yang matang untuk implementasi program jangka panjang yang berdampak luas.
Pengembangan kawasan seluas lebih dari dua puluh hektare dengan skema kemitraan lima puluh tahun akan melalui berbagai fase pengembangan yang terencana dengan baik. Setiap fase akan dirancang untuk memberikan manfaat optimal bagi pelaku UMKM yang terlibat, dengan penyesuaian berkelanjutan terhadap perkembangan kebutuhan pasar dan teknologi. “Kawasan ini akan dikembangkan menjadi ruang publik kreatif yang menghubungkan sejarah Bandung tempo dulu dengan semangat wirausaha masa kini,” tutup Anne, menegaskan bahwa komitmen jangka panjang melalui skema BOT lima puluh tahun ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
(Redaksi)

