Jakarta, 04 November 2025 – Kereta Api Indonesia (KAI) semakin menunjukkan perannya dalam memperkuat rantai pasok nasional melalui pengangkutan hasil perkebunan. Sepanjang Januari–Oktober 2025, tercatat 469.602 ton komoditas perkebunan berhasil didistribusikan ke seluruh Indonesia, termasuk dari wilayah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, dan Jawa Timur.
Peresmian Stasiun Tanah Abang Baru menjadi momentum bagi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk menekankan pentingnya transportasi berbasis rel bagi ketahanan pangan dan logistik nasional. “Kereta api akan menjadi fokus perhatian dari program pemerintah yang saya pimpin. Setelah satu tahun pertama ini kita fokus mengamankan pangan, maka tahap berikutnya adalah memperkuat logistik. Karena logistik dan pangan sama-sama strategis bagi kedaulatan bangsa. Kehadiran negara melalui KAI adalah bentuk pelayanan publik yang nyata untuk rakyat di seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan efisiensi kereta api dibandingkan truk, yang cenderung lebih mahal dan merusak jalan. “Daripada memakai truk yang membuat jalan cepat rusak dan biayanya tinggi, kereta api jauh lebih efisien dan dapat menurunkan biaya logistik nasional. Subsidi untuk logistik kereta api sangat penting karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, menjelaskan bahwa layanan angkutan perkebunan mendukung perusahaan besar, koperasi, dan petani lokal. “Arahan Bapak Presiden sejalan dengan langkah KAI dalam mengembangkan layanan angkutan hasil perkebunan. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, KAI telah mengangkut 469.602 ton hasil perkebunan sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan, kemandirian daerah, dan kesejahteraan petani,” terang Anne.
Bulan Januari menjadi periode puncak pengangkutan dengan 59.514 ton, disusul Oktober 57.453 ton, menunjukkan tingginya permintaan akan transportasi berbasis rel yang efisien dan aman.
Sistem logistik KAI memungkinkan konsolidasi hasil panen dalam jumlah besar, mempercepat pengiriman ke pabrik pengolahan maupun pelabuhan ekspor, sekaligus menstabilkan harga komoditas di pasar. Anne menegaskan, “Sistem logistik berbasis rel ini memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan. Petani, pekerja angkut, hingga pelaku usaha lokal memperoleh manfaat dari rantai distribusi yang lebih teratur dan bernilai ekonomis. Harga jual produk menjadi lebih stabil dan arus perdagangan daerah semakin hidup.”
Selain memperkuat ekonomi lokal, angkutan kereta juga mendukung pengurangan emisi karbon, sejalan dengan komitmen KAI pada transportasi hijau dan pembangunan berkelanjutan.
“KAI akan terus memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, koperasi tani, perusahaan perkebunan, dan pelaku logistik agar distribusi hasil bumi semakin merata. Setiap perjalanan kereta barang membawa harapan petani, pengepul, dan pelaku usaha lokal. KAI akan terus berkontribusi aktif dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri secara ekonomi dan tangguh secara sosial,” tutup Anne. (Redaksi)

