Jakarta, 29 Oktober 2025 – Pertumbuhan pesat transportasi aglomerasi ramah lingkungan di kawasan Solo Raya terwujud melalui adopsi massal terhadap KA Bandara Adi Soemarmo. PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memposisikan layanan ini sebagai program unggulan transportasi hijau yang sejalan dengan komitmen global terhadap pengurangan emisi karbon. Setiap perjalanan menggunakan kereta api berkontribusi pada pengurangan jejak karbon dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.
Dampak lingkungan dari layanan ini sangat signifikan jika dianalisis secara keseluruhan. Total 613.403 penumpang pada periode Januari-September 2025 berarti ratusan ribu perjalanan yang berpotensi dilakukan dengan kendaraan pribadi kini dialihkan ke moda massal. Perhitungan pengimbangan karbon menunjukkan pengurangan emisi karbon dioksida dalam jumlah substansial. Pengurangan kendaraan di jalan juga berarti lebih sedikit partikel halus dan polutan yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
Kesadaran lingkungan menjadi pendorong penting pertumbuhan penumpang. Survei menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan menjadi salah satu alasan utama memilih kereta api, terutama di kalangan generasi milenial dan generasi Z. Gerakan sosial untuk gaya hidup berkelanjutan menempatkan penggunaan transportasi publik sebagai salah satu komitmen. Kampanye dan edukasi tentang transportasi hijau mendapat respons positif dan perubahan perilaku yang terukur.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menegaskan, “Kesadaran masyarakat yang semakin aware terhadap penggunaan transportasi umum seperti kereta api yang turut mendukung kebijakan green transportation dengan mengurangi emisi.” Pertumbuhan pesat ini menunjukkan bahwa transportasi berkelanjutan bukan sekadar konsep, tetapi praktik nyata yang diadopsi oleh masyarakat dengan antusias.
(Redaksi)

