Jakarta, 29 Oktober 2025 – Dampak positif kehadiran KA Bandara Adi Soemarmo tidak terbatas pada aspek transportasi semata, tetapi merambah ke berbagai sektor ekonomi lokal. PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta mencatat bahwa konektivitas yang tercipta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sepanjang rute. Stasiun-stasiun pemberhentian menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah di sekitarnya.
Kemudahan akses yang diberikan oleh KA BIAS meningkatkan mobilitas tenaga kerja dan profesional antarkota. Pekerja dapat melakukan perjalanan pulang-pergi dengan lebih efisien, membuka peluang kerja di kota lain tanpa harus pindah domisili. Sektor pariwisata juga merasakan manfaat signifikan dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang dapat mengakses berbagai destinasi dengan mudah. Pelaku usaha di sektor kuliner, penginapan, dan jasa wisata melaporkan peningkatan kunjungan.
Data ekonomi menunjukkan hubungan positif antara pertumbuhan penumpang KA BIAS dengan peningkatan aktivitas ekonomi lokal. Total 613.403 penumpang pada periode Januari-September 2025 berarti ratusan ribu transaksi ekonomi terjadi di wilayah yang dilayani. Efek berganda dari mobilitas ini menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Ekonomi kreatif dan usaha mikro kecil menengah menjadi sektor yang paling merasakan dampak positif.
Feni Novida Saragih, Manager Humas Daop 6 Yogyakarta menjelaskan, “Kehadiran KA BIAS dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Solo sampai Madiun, karena terhubung dengan stasiun-stasiun yang memiliki konektifitas strategis ke kota besar yang memiliki potensi wisata menarik.” Sinergi antara transportasi dan ekonomi menciptakan lingkaran positif yang menguntungkan semua pihak.
(Redaksi)

