Jakarta, 25 Oktober 2025 – Terletak di pesisir Cilegon, Banten, Stasiun Merak menjadi simpul penting yang menghubungkan jalur rel dan jalur laut antara Pulau Jawa dan Sumatera. Lebih dari sekadar tempat naik turun penumpang, stasiun yang telah beroperasi sejak 1914 ini menjadi saksi sejarah panjang perjalanan transportasi nasional yang kini terus bertransformasi mengikuti zaman.
Diresmikan oleh Staatsspoorwegen Hindia Belanda pada 1 Desember 1914, Stasiun Merak awalnya dibangun untuk mendukung mobilitas penumpang dan distribusi barang menuju pelabuhan penyeberangan ke Sumatera. Arsitekturnya yang bergaya Indische Klasik masih dipertahankan hingga kini, menjadikan stasiun ini bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga bagian dari warisan sejarah Indonesia.
Saat ini, Stasiun Merak melayani perjalanan KA Commuter Line Merak relasi Merak–Rangkasbitung sebanyak 14 kali setiap hari. Jumlah penumpang rata-rata mencapai 1.300 orang per hari atau sekitar 40.000 orang setiap bulan. Mayoritas merupakan pengguna komuter harian, sementara lainnya adalah wisatawan dan penumpang yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Merak.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyebut Stasiun Merak sebagai simbol keterpaduan transportasi di Indonesia.
“Stasiun Merak memiliki nilai sejarah yang tinggi sekaligus fungsi strategis sebagai gerbang konektivitas Jawa dan Sumatera. KAI berkomitmen menjaga nilai historis bangunan ini sambil memastikan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan,” ujar Anne.
Keunggulan Stasiun Merak terletak pada lokasinya yang bersebelahan langsung dengan Pelabuhan Penyeberangan Merak–Bakauheni. Integrasi ini memudahkan perpindahan moda transportasi dari kereta ke kapal, bus antarkota, hingga angkutan lokal secara efisien.
Berbagai fasilitas disediakan untuk menunjang kenyamanan pelanggan, mulai dari ruang tunggu, loket tiket, musala, toilet, hingga pos kesehatan. Sistem keamanan dilengkapi dengan CCTV 24 jam dan layanan lost and found.
“KAI terus memastikan agar setiap layanan memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan yang tinggi. Kami ingin pelanggan merasakan pengalaman perjalanan yang mudah, efisien, dan menyenangkan,” tambah Anne.
Sebagai salah satu dari lebih 600 stasiun aktif di Jawa dan Sumatera, Stasiun Merak menjadi bukti bahwa aset bersejarah dapat tetap relevan di era modern. Melalui inovasi digital seperti aplikasi Access by KAI, masyarakat kini bisa mengatur perjalanan dengan lebih praktis, dari pemesanan tiket hingga akses informasi perjalanan secara real-time.
“KAI ingin terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini, tanpa meninggalkan nilai sejarah dan jati diri perkeretaapian nasional,” tutup Anne. (Redaksi)

