Jakarta, 23 Oktober 2025 – Produk-produk khas daerah kini semakin mudah dijumpai di atas rangkaian kereta api berkat langkah inovatif PT Reska Multi Usaha (KAI Services), anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Melalui kolaborasi dengan puluhan UMKM, KAI Services membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas.
Hingga September 2025, KAI Services telah menggandeng lebih dari 35 UMKM dari berbagai wilayah Indonesia, dengan nilai transaksi mencapai Rp61,5 miliar dan volume penjualan hingga 3,5 juta unit produk. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sektor transportasi juga dapat berperan sebagai wadah promosi bagi produk ekonomi kreatif.
Melalui layanan Kuliner Kereta dan Loko Café, KAI Services menghadirkan cita rasa khas Nusantara di setiap perjalanan. Produk-produk UMKM seperti makanan ringan, minuman tradisional, hingga cinderamata lokal kini dapat dinikmati langsung oleh para penumpang.
“Kemitraan dengan UMKM telah menjadi bagian dari bisnis kami. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, KAI Services ingin membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal agar bisa hadir di setiap perjalanan dan pengalaman pelanggan,” ujar Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita.
Inovasi ini bukan hanya meningkatkan pengalaman pelanggan, tetapi juga membantu UMKM memperluas jangkauan pasar ke seluruh jalur transportasi nasional. Kehadiran produk lokal di kereta api turut memperkuat identitas budaya dan mendorong masyarakat untuk semakin mencintai hasil karya anak bangsa.
Langkah kolaboratif KAI Services semakin kokoh setelah menandatangani nota kesepahaman dengan enam UMKM binaan Kementerian Perdagangan RI pada ajang Festival Pangan Nusa 2025 di ICE BSD, Tangerang. Kerja sama ini menegaskan komitmen KAI Services dalam mendukung ekosistem UMKM nasional yang tangguh dan berdaya saing.
Dengan terus mengedepankan kolaborasi dan inovasi, KAI Services berhasil menjadikan kereta api bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga ruang promosi dan penggerak ekonomi kreatif di seluruh penjuru negeri. (Redaksi)

