Jakarta, 27 September 2025 – Evolusi kelembagaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sepanjang dekade menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam membangun sistem transportasi yang solid. Sejak era Djawatan Kereta Api tahun 1950, kemudian PNKA pada 1963, PJKA di tahun 1971, Perumka tahun 1991, hingga menjadi PT Kereta Api (Persero) sejak 1998, setiap transisi menandai adaptasi KAI terhadap kebutuhan pembangunan dan konektivitas nasional.
Pada masa-masa awal republik hingga beberapa dekade berikutnya, kereta api menjadi nadi utama konektivitas nasional. Ketika infrastruktur modern seperti jalan tol dan bandara belum berkembang luas, kereta api menjadi pilihan utama yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi di Jawa dan Sumatra. Perannya sangat fundamental dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memfasilitasi urbanisasi, serta mempercepat arus distribusi barang dan informasi yang vital bagi pembangunan daerah.
Perjalanan KAI menghadapi masa kelam pada periode 1990 hingga 2000-an. Layanan kereta api pada masa tersebut diwarnai berbagai permasalahan seperti keterlambatan jadwal yang parah, kecelakaan anjlok, dan kelebihan kapasitas penumpang. Kondisi ini merusak citra layanan kereta api dan menuntut pembenahan fundamental untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap moda transportasi rel. “Dengan semangat perusahaan dan dukungan pemerintah untuk berbenah, KAI kini menjelma menjadi simbol transformasi, menghadirkan layanan modern dan moda baru seperti Whoosh dan LRT Jabodebek,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.
Kini, pembangunan dan konektivitas yang dikembangkan KAI menjadi bagian integral dari strategi mobilitas hijau nasional. Kereta api sebagai moda transportasi massal memiliki keunggulan signifikan dalam mengurangi emisi karbon per penumpang dibandingkan kendaraan pribadi. Kehadiran layanan modern seperti Whoosh dan LRT Jabodebek yang menggunakan energi listrik semakin memperkuat komitmen terhadap transportasi ramah lingkungan. Digitalisasi layanan mendukung pengurangan jejak karbon dengan mengeliminasi tiket cetak. Fitur ramah lingkungan dalam aplikasi Access by KAI membantu penumpang memantau dan mengurangi jejak karbon mereka. Integrasi KAI dalam strategi mobilitas hijau nasional mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan upaya Indonesia mencapai target emisi nol bersih sesuai komitmen global.
(Redaksi)

