Jakarta, 31 Agustus 2025 – Stasiun Manggarai menegaskan diri sebagai contoh konektivitas first mile hingga last mile yang terpadu, memudahkan masyarakat berpindah antar moda transportasi dengan efisien. Akses bus, ojek daring, dan transportasi darat lainnya melengkapi integrasi Commuter Line dan Bandara.
Setiap hari, stasiun melayani 739 perjalanan kereta, termasuk 704 perjalanan Commuter Line dan 35 perjalanan jarak jauh. Data tahunan menunjukkan tren peningkatan pengguna yang terus bertambah.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyatakan, “Integrasi antara kereta api, bus, dan moda transportasi lainnya akan menciptakan ekosistem transportasi yang saling melengkapi. Hal ini memberikan solusi perjalanan yang lebih terjangkau, cepat, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.”
Selain mobilitas, stasiun juga berperan dalam pertumbuhan ekonomi sekitar. Anne menambahkan, “Stasiun Manggarai kini menjadi simpul perjalanan sekaligus pusat aktivitas ekonomi. Kehadiran transportasi daring dan UMKM di sekitar area stasiun membuka peluang usaha baru, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan penumpang, tetapi juga masyarakat sekitar.”
Bogor Line dan Cikarang Line menjadi jalur utama dengan pertumbuhan penumpang yang pesat. Januari–Juli 2025, Bogor Line melayani 87,9 juta pengguna dan Cikarang Line 48,3 juta pengguna.
Integrasi first mile hingga last mile memastikan perjalanan lebih nyaman dan efisien, memperpendek waktu perjalanan penumpang dari rumah hingga tujuan akhir.
Modernisasi fasilitas tetap menjaga nilai sejarah cagar budaya, memberikan pengalaman estetis dan nyaman bagi penumpang.
Dengan konektivitas terpadu ini, Manggarai menjadi contoh stasiun modern yang melayani kebutuhan mobilitas Jabodetabek secara menyeluruh. (Redaksi)

