Jember, 12 September 2025 – Dalam rangka memperingati HUT ke-80, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember menghadirkan lomba fotografi dengan tema “Kereta Api dan Arsitektur”. Ajang ini bukan hanya mengajak masyarakat untuk berlomba, tetapi juga memberi ruang untuk menyoroti sisi humanis dan historis perjalanan kereta api yang selama ini melekat erat dengan kehidupan sehari-hari.
Wilayah Daop 9 Jember memiliki jalur kereta yang membentang dari Pasuruan hingga Banyuwangi, dengan stasiun-stasiun bersejarah yang masih berfungsi. Keberadaan stasiun seperti Probolinggo dan Klakah mencerminkan warisan masa lalu yang hingga kini tetap menjadi bagian penting mobilitas masyarakat. Tidak hanya itu, jalur kereta ini juga menghadirkan pemandangan alam menakjubkan yang bisa ditangkap lensa kamera.
Selain aspek historis, kereta api juga menyimpan nilai humanis yang tinggi. Dari aktivitas penumpang di stasiun kecil seperti Ledokombo atau Sempolan, hingga interaksi hangat di atas KA Pandanwangi, semuanya menjadi cerita kehidupan yang dapat diabadikan oleh peserta lomba.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro menegaskan, “Lomba fotografi ini kami hadirkan bukan sekadar sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang ekspresi masyarakat untuk menangkap sisi humanis, historis, dan modern dari kereta api. Kami ingin menunjukkan bahwa kereta api bukan hanya moda transportasi, tetapi juga bagian dari perjalanan budaya dan sejarah bangsa yang terus bertransformasi,” ungkapnya.
KAI juga menekankan pentingnya kereta api sebagai transportasi berkelanjutan. Dengan kapasitas besar dan efisiensi energi, kereta api mampu mengurangi polusi udara sekaligus mendukung target pembangunan hijau. Inovasi seperti layanan digital dan fasilitas ramah disabilitas pun semakin memperkuat peran kereta api sebagai sarana publik modern.
Lomba fotografi ini berlangsung dari 4 hingga 20 September 2025, terbuka untuk seluruh masyarakat. Total hadiah Rp6 juta telah disiapkan, dan karya terbaik akan dipamerkan di Stasiun Jember serta stasiun lainnya di wilayah Daop 9.
Dengan cara ini, KAI ingin mengajak publik untuk tidak hanya melihat kereta api sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial yang kaya cerita. Setiap bidikan lensa diharapkan mampu menghadirkan kisah humanis dan historis yang memperkaya makna perjalanan.
Melalui momentum ulang tahun ke-80, KAI berharap karya-karya yang lahir dari lomba ini menjadi refleksi kolektif masyarakat akan pentingnya kereta api dalam perjalanan bangsa menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. (Redaksi)

