Jakarta, 10 September 2025 – Sebanyak 1.051.945 pelanggan KA di Daop 4 Semarang memanfaatkan Face Recognition hingga Agustus 2025. Validasi wajah instan menggantikan boarding pass kertas, mempersingkat waktu boarding, dan meningkatkan kepuasan penumpang. Adopsi tinggi menunjukkan kesiapan infrastruktur kereta api Indonesia dalam menerapkan solusi digital berkelanjutan yang mengurangi pemakaian kertas dan jejak lingkungan.

Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, menyatakan bahwa FR mendukung layanan prima. “Dengan sekali pemindaian wajah, pelanggan langsung ke peron tanpa antre cetak tiket. Ini mempersingkat boarding dan mengurangi beban operasional staf tiket,” ungkap Franoto. Kestabilan sistem dijaga melalui maintenance terjadwal dan pembaruan algoritma AI.

Implementasi FR membantu KAI Daop 4 menghemat 2.630 rol kertas tiket senilai Rp38.829.920 selama delapan bulan, meminimalkan sampah dan pemakaian bahan baku. Empat stasiun—Semarang Tawang, Poncol, Tegal, Pekalongan—telah menerapkan teknologi ini, dengan Semarang Tawang sebagai stasiun teratas dalam penggunaan validasi wajah.

Pengembangan selanjutnya mencakup integrasi Face Recognition, e-boarding pass, dan layanan multimoda dalam Access by KAI. “Visi kami adalah menghadirkan perjalanan seamless, efisien, dan ramah lingkungan dalam satu platform,” tutup Franoto. Langkah ini memperkokoh posisi KAI sebagai inovator transportasi publik.
(Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *