Jakarta, 5 September 2025 – Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan strategi optimalisasi layanan. Seluruh moda berbasis rel, mulai dari KA jarak jauh, Commuter Line, hingga KA Bandara, diperkuat untuk menjawab tingginya kebutuhan perjalanan.
Pada Kamis (4/9), KAI melayani 192.186 pelanggan KA jarak jauh di seluruh Indonesia. Di Daop 6 Yogyakarta, KA Joglosemarkerto mencatat okupansi hampir dua kali lipat dari kapasitas harian. Kondisi ini menjadi alasan KAI menambah kapasitas kursi dengan merangkaikan kereta tambahan hingga 44.437 tempat duduk ekstra.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan.
“Melalui layanan terintegrasi, pelanggan dapat lebih mudah mengakses perjalanan jarak jauh, mobilitas harian, maupun transportasi ke bandara secara efisien dan terukur di wilayah Daop 6 Yogyakarta sebagai daerah wisata,” ujar Anne.
Lonjakan juga terjadi di Commuter Line. Jumlah pengguna Commuter Line Yogyakarta naik dari 16.364 menjadi 22.602 orang hanya dalam beberapa hari. KA Prameks Yogyakarta–Kutoarjo pun meningkat hingga 44 persen pada periode yang sama.
Untuk memastikan layanan tetap optimal, KAI Commuter Area 6 menambah empat perjalanan Commuter Line Yogyakarta–Palur, sehingga total menjadi 31 perjalanan per hari. Dengan langkah ini, kebutuhan mobilitas harian tetap dapat dipenuhi.
Di sisi lain, KA Bandara juga mengalami pertumbuhan penumpang. KA BIAS mencatat 2.305 pelanggan per hari, sedangkan KA YIA melayani 8.573 pelanggan, jumlah tertinggi sepanjang awal September.
KAI menyatakan bahwa strategi optimalisasi tidak hanya menyasar kapasitas, tetapi juga integrasi layanan antar moda. Tujuannya agar masyarakat semakin mudah mengakses transportasi berbasis rel untuk berbagai kebutuhan.
“Optimalisasi layanan KAI Group di wilayah Daop 6 Yogyakarta pada masa libur panjang ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus mendukung aktivitas masyarakat dengan transportasi berbasis rel yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tutup Anne. (Redaksi)

