Jakarta, 5 September 2025 – Mobilitas harian masyarakat di wilayah Yogyakarta dan Solo meningkat tajam selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. Kondisi ini membuat KAI Commuter menambah perjalanan Commuter Line Yogyakarta–Palur untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Data KAI mencatat, pengguna Commuter Line Yogyakarta naik signifikan dari 16.364 orang pada 1 September menjadi 22.602 orang pada 4 September. Lonjakan serupa terjadi pada KA Prameks relasi Yogyakarta–Kutoarjo yang meningkat dari 1.800 menjadi 2.595 pengguna dalam periode yang sama.

Untuk menyesuaikan permintaan tersebut, KAI Commuter Area 6 menambah empat perjalanan Commuter Line Yogyakarta–Palur mulai 5 hingga 7 September. Dengan tambahan itu, total perjalanan menjadi 31 kali per hari. Sementara KA Prameks tetap beroperasi 10 kali per hari.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa layanan terintegrasi menjadi kunci agar pelanggan tetap bisa menikmati perjalanan dengan efisien.
“Melalui layanan terintegrasi, pelanggan dapat lebih mudah mengakses perjalanan jarak jauh, mobilitas harian, maupun transportasi ke bandara secara efisien dan terukur di wilayah Daop 6 Yogyakarta sebagai daerah wisata,” ujar Anne.

Selain Commuter Line, perjalanan jarak jauh juga padat. Pada 4 September, KAI melayani 192.186 penumpang di seluruh Indonesia. Joglosemarkerto menjadi salah satu rute paling diminati dengan okupansi hampir 200 persen dari kapasitas normal.

KAI turut memperhatikan layanan KA Bandara. KA BIAS mencatat 2.305 pelanggan dengan tingkat keterisian 121 persen, sementara KA YIA mencapai 8.573 pelanggan, angka tertinggi sejak awal September.

Penambahan perjalanan ini dinilai penting untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar, terutama bagi pekerja maupun wisatawan yang memilih kereta sebagai moda utama. Dengan transportasi rel yang aman, nyaman, dan terjangkau, kebutuhan perjalanan harian di kawasan aglomerasi dapat terpenuhi dengan baik.

“Optimalisasi layanan KAI Group di wilayah Daop 6 Yogyakarta pada masa libur panjang ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus mendukung aktivitas masyarakat dengan transportasi berbasis rel yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tutup Anne. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *