Jakarta, 4 September 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan lonjakan volume angkutan barang hingga Agustus 2025, dengan total 45.257.245 ton. Angka ini meningkat dari 45.073.608 ton pada periode yang sama tahun lalu, menandai pencapaian operasional yang stabil.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyebut batu bara sebagai komoditas dominan, menyumbang 37.472.881 ton atau 82,80% dari total angkutan.

“Batu bara dari Sumatera Selatan menjadi tulang punggung pasokan energi bagi pembangkit listrik di Pulau Jawa dan Bali. Keberhasilan ini bukan hanya capaian operasional, tetapi juga bentuk kontribusi nyata KAI dalam menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Anne.

Keunggulan KAI terlihat dari kapasitas rangkaian KA barang yang mencapai 61 gerbong per rangkaian di Sumatera Selatan, sementara di Pulau Jawa satu rangkaian menarik 30 gerbong masing-masing 42 ton.

Selain kapasitas besar, KAI menjaga standar layanan melalui SDM bersertifikasi, inspeksi sarana-prasarana berkala, dan pengendalian operasional ketat untuk menjamin keamanan dan ketepatan waktu pengiriman.

Anne menambahkan, angkutan barang KAI memiliki peran vital dalam kelancaran logistik nasional, baik untuk energi maupun kebutuhan industri. “Dengan kapasitas yang terus ditingkatkan serta pengembangan simpul logistik baru, KAI siap hadir sebagai logistic solution yang mendukung daya saing Indonesia di pasar internasional.”

KAI menargetkan pertumbuhan angkutan barang 15% pada 2029, dengan proyeksi batu bara 111,2 juta ton dan non-batu bara 10,9 juta ton. Terminal Tarahan II dan fasilitas Kertapati menjadi fokus pengembangan untuk memperkuat posisi KAI sebagai mitra logistik andal, tutup Anne. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *