Jakarta, 30 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi membuka pendaftaran online Rekrutmen Eksternal Tahun 2025 yang dapat diakses mulai hari ini. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui website https://e-recruitment.kai.id dan akan ditutup pada 1 September 2025 pukul 24.00 WIB.
Rekrutmen ini terbuka bagi lulusan SLTA, D3, hingga S1 yang ingin berkarier di sektor perkeretaapian. Posisi yang tersedia antara lain masinis, kondektur, asisten PPKA, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta Polsuska.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengingatkan pentingnya mengikuti proses pendaftaran sesuai aturan yang berlaku. “Pendaftaran resmi Rekrutmen KAI 2025 sudah dapat dilakukan mulai hari ini melalui website resmi kami, yaitu https://e-recruitment.kai.id. Kami menegaskan kembali bahwa KAI tidak memiliki kanal lain dalam proses rekrutmen ini. Seluruh informasi resmi hanya berasal dari website tersebut,” tegas Anne.
Proses seleksi dilakukan dalam beberapa tahapan, mulai dari administrasi, tes kesehatan awal, psikologi, wawancara, hingga tes kesehatan akhir. Pelamar Polsuska akan mengikuti tahapan tambahan berupa tes kesamaptaan.
Menurut Anne, salah satu syarat utama adalah memastikan dokumen pendaftaran sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. Hal ini bertujuan agar pelamar bisa mengikuti seluruh tahapan dengan lancar.
Anne juga menekankan agar pelamar berhati-hati terhadap praktik penipuan. “Jangan pernah mempercayai pihak ketiga atau website lain yang mengatasnamakan KAI. Seluruh proses rekrutmen tidak dipungut biaya apapun,” ujarnya.
Untuk pelamar yang mengalami kesulitan teknis, KAI menyediakan Contact Center melalui telepon 121, WhatsApp 08111-2111-121, dan media sosial resmi @kai121_.
Pihak KAI memastikan bahwa proses rekrutmen dilakukan secara adil dan transparan, memberikan peluang yang sama bagi semua pelamar. “Kami ingin setiap pelamar fokus pada persiapan kompetensinya, tanpa harus khawatir ada praktik tidak adil,” jelas Anne.
Dengan sistem pendaftaran online, diharapkan pelamar dari seluruh Indonesia dapat mengakses proses seleksi dengan lebih mudah dan efisien. (Redaksi)

