Jember, 30 Agustus 2025 – Cow hanger di lokomotif kereta api selalu dicat merah, dan hal ini bukanlah tanpa alasan. Warna merah dipilih bukan sekadar estetika, melainkan sebagai simbol yang kuat dalam keselamatan perjalanan kereta api. Dalam konteks perkeretaapian, setiap detail visual memiliki fungsi penting, termasuk warna cat yang digunakan.

Merah dikenal sebagai warna peringatan universal yang mampu menarik perhatian secara cepat. Cahyo Widiantoro, Manager Humas KAI Daop 9 Jember, menjelaskan bahwa cat merah pada cow hanger adalah standar keselamatan yang harus dipatuhi. “Warna merah pada cow hanger berfungsi sebagai tanda bahaya sekaligus alat perlindungan, sehingga dapat meminimalisasi risiko kecelakaan di lintasan,” ujarnya.

Selain sebagai simbol, warna merah juga memiliki daya tahan visual yang tinggi. Bahkan di kondisi cuaca ekstrem, warna merah tetap mudah terlihat. Hal ini membantu masinis dan petugas lapangan untuk mengenali keberadaan cow hanger dengan jelas, terutama saat pemeriksaan rutin maupun ketika kereta sedang melaju.

Keputusan penggunaan warna merah juga tidak terlepas dari regulasi perkeretaapian yang berlaku. Standar ini berlaku secara nasional sehingga setiap lokomotif di Indonesia, termasuk yang beroperasi di Daop 9 Jember, wajib mengikuti aturan tersebut. Penerapan standar ini bertujuan agar keselamatan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar tercermin pada setiap aspek operasional.

Lebih jauh, cat merah pada cow hanger juga mempertegas identitas kereta api sebagai moda transportasi massal yang mengutamakan keamanan. Simbol ini tidak hanya melindungi kereta, tetapi juga para penumpang yang menjadi bagian dari perjalanan.

Dengan demikian, warna merah bukanlah sekadar pilihan cat. Ia adalah representasi komitmen keselamatan KAI yang terus dijaga, dari masa ke masa, demi memastikan transportasi rel tetap andal dan aman bagi masyarakat. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *