Jember, 30 Agustus 2025 – Lokomotif yang beroperasi di Daerah Operasi (Daop) 9 Jember menyimpan banyak fakta menarik yang jarang diketahui publik. Dari jumlah armada, jenis perawatan, hingga perangkat unik seperti cow hanger merah, semuanya menjadi bagian penting dari perjalanan transportasi berbasis rel di wilayah timur Jawa.

Saat ini terdapat 11 lokomotif yang menjadi penopang operasional di Daop 9 Jember. Armada ini menjalani dua jenis perawatan, yakni preventive maintenance yang dilakukan rutin sesuai jadwal bulanan hingga tahunan, dan corrective maintenance untuk perbaikan jika terjadi kendala teknis. Untuk perawatan lebih besar, lokomotif dikirim ke Balai Yasa.

Fakta lain yang cukup unik adalah regulasi ketat mengenai kebisingan lokomotif. Klakson, misalnya, harus memiliki suara minimum 85 dBA agar terdengar hingga jarak 100 meter, dan tidak lebih dari 135 dBA dalam jarak 1 meter. Aturan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan masinis di dalam kabin.

Di bagian depan lokomotif, terdapat cow hanger yang dicat merah menyala. Selain berfungsi menghalau benda asing, warna merah dipilih sebagai standar keselamatan karena memberikan visibilitas tinggi. Dengan begitu, kehadiran lokomotif lebih mudah dikenali masyarakat di sekitar rel, sekaligus mencegah potensi kecelakaan.

“Lokomotif adalah tulang punggung transportasi berbasis rel. Kami memastikan setiap lokomotif dalam kondisi optimal melalui perawatan ketat, sekaligus menerapkan standar keselamatan tertinggi. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan layanan transportasi kereta api yang selamat, nyaman, dan tepat waktu,” terang Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro.

Keberadaan lokomotif dengan fakta-fakta menarik ini membuktikan bahwa transportasi rel bukan hanya soal perjalanan, melainkan kombinasi antara teknologi, regulasi, dan standar keselamatan yang terjaga ketat. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *