Jakarta, 31 Agustus 2025 – Stasiun Manggarai terus memperkuat perannya sebagai simpul utama integrasi transportasi di Jakarta. Dibuka sejak 1 Mei 1918, stasiun yang merupakan bangunan cagar budaya ini kini bertransformasi menjadi pusat mobilitas modern, menghubungkan Commuter Line Jabodetabek dengan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta serta berbagai moda transportasi darat lainnya.
Dengan posisinya yang strategis, Stasiun Manggarai menjadi pusat aktivitas masyarakat urban. Proses pembangunan dan pengembangan masih terus berlangsung agar stasiun ini mampu menjawab kebutuhan transportasi masa depan yang semakin kompleks, tanpa meninggalkan nilai sejarahnya yang telah berusia lebih dari satu abad.
Saat ini, Stasiun Manggarai tercatat sebagai salah satu stasiun tersibuk di Indonesia. Setiap hari, ada 739 perjalanan kereta api yang melintasi stasiun ini, terdiri dari 704 perjalanan Commuter Line dan 35 perjalanan kereta jarak jauh. Aktivitas tersebut menjadikan Manggarai bukan hanya titik transit, melainkan simpul integrasi transportasi vital di ibu kota.
Volume pengguna pun terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Pada 2021 tercatat 2.614.111 pengguna Commuter Line, naik menjadi 4.458.554 pengguna pada 2022. Tahun 2023, jumlah pengguna mencapai 5.115.350 penumpang Commuter Line Jabodetabek dan 405.600 pengguna Commuter Line Bandara. Angka tersebut kembali naik pada 2024 menjadi 5.551.700 pengguna Commuter Line Jabodetabek dan 416.930 pengguna Commuter Line Bandara. Sementara itu, hingga 26 Agustus 2025, Manggarai telah melayani 3.421.764 pengguna Commuter Line Jabodetabek dan 276.755 pengguna Commuter Line Bandara.
Selain Commuter Line Bandara, Stasiun Manggarai juga melayani dua jalur utama dengan pertumbuhan pesat. Cikarang Line meningkat dari 71.636.443 pengguna pada 2023 menjadi 84.426.385 pada 2024, dan dalam periode Januari–Juli 2025 sudah mencapai 48.380.869 pengguna. Sementara itu, Bogor Line yang merupakan salah satu jalur tersibuk naik dari 133.040.885 pengguna pada 2023 menjadi 145.920.264 pada 2024, dan sepanjang Januari–Juli 2025 telah melayani 87.990.024 pengguna.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa integrasi transportasi di Stasiun Manggarai adalah langkah strategis dalam menciptakan sistem mobilitas yang inklusif dan berkelanjutan.
“Integrasi antara kereta api, bus, dan moda transportasi lainnya akan menciptakan ekosistem transportasi yang saling melengkapi. Hal ini memberikan solusi perjalanan yang lebih terjangkau, cepat, dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” ujar Anne.
Anne menambahkan, keberadaan Stasiun Manggarai juga memberikan dampak luas pada kegiatan sosial-ekonomi di sekitarnya.
“Stasiun Manggarai kini menjadi simpul perjalanan sekaligus pusat aktivitas ekonomi. Kehadiran transportasi daring dan UMKM di sekitar area stasiun membuka peluang usaha baru, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan penumpang, tetapi juga masyarakat sekitar,” tutup Anne.
Dengan konektivitas ke Bogor Line, Cikarang Line, Commuter Line Bandara, hingga akses moda transportasi darat seperti bus, angkutan daring, dan ojek online, Stasiun Manggarai semakin menegaskan diri sebagai pusat integrasi transportasi terbesar di Indonesia. Integrasi ini tidak hanya memudahkan perjalanan antarmoda, tetapi juga memperkuat konektivitas first mile hingga last mile mobilitas masyarakat. (Redaksi)

