Fokus Utama Direksi KAI: Tinjauan Lapangan untuk Layanan dan Keamanan Maksimal

Jakarta, 26 Agustus 2025 – Direksi baru PT Kereta Api Indonesia (Persero) memulai langkah pertamanya dengan meninjau operasional kereta api secara langsung di Pulau Jawa. Selama tiga hari, jajaran manajemen melakukan tinjauan lapangan menggunakan Kereta Inspeksi (KAIS) guna memastikan dua hal utama: keamanan perjalanan dan layanan terbaik untuk pelanggan.

Misi ini dilakukan dengan melintasi jalur selatan Jawa (Bandung–Surabaya Gubeng) dan jalur utara (Jember–Jakarta Gambir via Semarang dan Cirebon). Evaluasi dilakukan menyeluruh: memantau kondisi jalur dan persinyalan, kesiapan petugas, layanan stasiun, hingga mendengar suara penumpang secara langsung.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan pentingnya promosi budaya keselamatan di setiap aspek kerja.

“Keselamatan pelanggan adalah prioritas utama. Melalui inspeksi ini, KAI ingin memastikan seluruh aspek operasional—mulai dari sarana, prasarana, hingga kesiapan petugas—berjalan optimal sehingga masyarakat tetap merasa aman dan nyaman saat bepergian dengan kereta api,” kata Bobby Rasyidin.

Selain kegiatan teknis, Direksi juga memberikan pembinaan eksplisit kepada pekerja lapangan untuk menanamkan profesionalisme dan keramahan dalam bekerja.

“Selain memastikan infrastruktur dalam kondisi prima, kami juga ingin mendengar langsung aspirasi pelanggan dan memberi motivasi kepada petugas di lapangan. Semua ini bagian dari upaya KAI untuk menghadirkan layanan yang semakin baik,” tutur Bobby Rasyidin.

Langkah ini semakin relevan karena performa KAI terus menunjukkan tren positif. Pada Januari–Juli 2025, layanan penumpang tembus 286,57 juta orang dengan ketepatan keberangkatan hingga 99,56%. Volume angkutan barang pun stabil di angka 39,23 juta ton.

Bagi Direksi, sinergi antara perlindungan keselamatan dan mutu layanan adalah kunci menciptakan perjalanan yang lebih handal dan dipercaya masyarakat. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *