Jakarta, 26 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) berusaha menghadirkan wajah transportasi publik yang bukan hanya sekadar layanan mobilitas, tetapi juga bagian dari gaya hidup berkelanjutan. Hal itu tampak dari acara di Stasiun Solo Balapan pada Selasa (26/8), di mana KAI mengadakan kampanye “Balapan Melaju, Budaya Terjaga, Bumi Lestari” untuk mengajak masyarakat hidup lebih ramah lingkungan.
Kegiatan ini berlangsung meriah dengan melibatkan pelanggan, siswa Yayasan Tarakanita, serta komunitas pecinta kereta api. Mereka berkesempatan menikmati photo booth, hiburan musik, pameran produk ramah lingkungan, hingga pertunjukan busana daur ulang yang penuh inspirasi.
KAI juga membagikan eco-enzyme, totebag ramah lingkungan, dan benih tanaman. Harapannya, barang-barang sederhana tersebut menjadi simbol agar gaya hidup hijau tidak berhenti di stasiun, melainkan berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah strategi nyata, bukan sekadar simbolis.
“Kampanye ini merupakan wujud nyata komitmen KAI terhadap keberlanjutan. Kami ingin pelanggan ikut serta menciptakan ruang hijau baru yang bermanfaat bagi generasi mendatang. Dengan langkah kecil yang dilakukan bersama, kita bisa menghadirkan dampak besar,” ujar Anne Purba.
KAI bahkan melengkapi langkahnya dengan investasi energi listrik tenaga surya. Hingga Agustus 2025, PLTS berkapasitas 1.189 kWp sudah beroperasi di 66 lokasi, memberikan penghematan Rp2,5 miliar per tahun dan menurunkan 1.400 ton emisi CO₂.
Melalui program ini, KAI ingin menunjukkan bahwa perjalanan dengan kereta adalah bagian dari gaya hidup ramah lingkungan yang menghubungkan stasiun dengan kelestarian bumi. (Redaksi)

