Jakarta, 23 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan studi jangka panjang yang komprehensif untuk mengkaji dampak area bermain anak di 35 stasiun terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak-anak yang menggunakannya secara reguler. Studi ini merupakan yang pertama di Indonesia yang mengkaji dampak fasilitas bermain publik terhadap tumbuh kembang anak secara ilmiah.
Metodologi studi jangka panjang melibatkan pelacakan perkembangan anak selama periode 3 tahun dengan menggunakan berbagai instrumen pengukuran yang berstandar internasional. Parameter yang diukur meliputi perkembangan motorik kasar dan halus, kemampuan sosial dan komunikasi, kreativitas dan imajinasi, serta tingkat stres dan kesejahteraan emosional anak. Kolaborasi dengan universitas terkemuka memastikan ketelitian metodologi penelitian.
Studi jangka panjang telah dimulai dengan melibatkan sampel anak-anak dari berbagai lokasi seperti Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya Gubeng, Malang, Medan, Kertapati, Lubuk Linggau, dan Tanjung Karang. Temuan awal menunjukkan kecenderungan positif dalam berbagai aspek perkembangan anak yang menggunakan fasilitas bermain secara reguler.
“Kami menargetkan pengadaan area bermain di stasiun dengan volume pelanggan tinggi, tidak hanya di kota besar tetapi juga di berbagai daerah. Dengan begitu, konsep stasiun ramah anak dapat dirasakan lebih merata,” jelas Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, menegaskan bahwa studi jangka panjang ini akan memberikan wawasan berbasis bukti untuk terus memperbaiki dan mengoptimalkan desain serta program area bermain anak.
(Redaksi)

