Jakarta, 25 Juli 2025 – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memperkuat struktur pendanaan jangka panjangnya pada semester I 2025 dengan peningkatan CASA serta diversifikasi sumber dana. Dana murah mencapai Rp647,6 triliun (+18,7% YoY), sedangkan total DPK Rp900 triliun (+16,5% YoY).
Wakil Direktur Utama Alexandra Askandar menekankan pentingnya struktur pendanaan jangka panjang untuk mendukung ekspansi kredit yang berkelanjutan. “Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan volume, tetapi juga pada kestabilan funding mix untuk menjaga resilien di berbagai kondisi pasar,” ujarnya.
Loan to Deposit Ratio 86,2%, Loan to Cash Ratio 144,2%, Net Stable Funding Ratio 143,0%, dan Capital Adequacy Ratio 21,1% menunjukkan ketahanan likuiditas dan modal. Penyaluran kredit tumbuh 7,1% YoY menjadi Rp778,7 triliun, dengan kualitas terjaga—NPL 1,9%, LAR 11,0%, dan CoC 1%.
Laba bersih konsolidasi semester I 2025 mencapai Rp10,1 triliun. Penguatan funding mix dan struktur pendanaan jangka panjang menjadi landasan bagi BNI untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang pertumbuhan di masa depan. (Redaksi)

