Jakarta, 25 Juli 2025 – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menutup semester I 2025 dengan laba bersih konsolidasi sebesar Rp10,1 triliun, menegaskan profitabilitas yang sehat di tengah upaya menjaga kualitas portofolio dan memperkuat struktur pendanaan. Penyaluran kredit tumbuh 7,1% YoY menjadi Rp778,7 triliun, didukung likuiditas kuat dengan rasio CASA 72,0% dan DPK Rp900 triliun.
Wakil Direktur Utama Alexandra Askandar menyatakan, “Profitabilitas kami tumbuh seiring peningkatan kualitas aset dan digitalisasi yang agresif.” NPL membaik ke 1,9%, LAR turun ke 11,0%, dan CoC terjaga di level 1%, mencerminkan efektivitas manajemen risiko.
Transformasi digital memperkuat kinerja pendanaan: transaksi mobile banking mencapai Rp1.188 triliun (+68% YoY), BNIdirect Rp5.246 triliun (+31,1% YoY), dan platform wondr by BNI mencatat nilai transaksi Rp649 triliun. Loan to Deposit Ratio 86,2%, LCR 144,2%, NSFR 143,0%, dan CAR 21,1% menunjukkan posisi modal dan likuiditas yang prima.
Dari sisi keberlanjutan, BNI menaikkan peringkat ESG MSCI ke A dan menyalurkan pembiayaan hijau senilai Rp74 triliun serta SLL US$352 juta. “Dengan laba sehat, aset terjaga, dan komitmen ESG, BNI siap menghadapi tantangan jangka panjang,” tutup David Pirzada. (Redaksi)

