Bandara Husein Sastranegara Kembali Bergeliat, Akses Langsung dari Tol Pasteur Mulai Dikaji

21 September 2026 – Aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, kembali menunjukkan perkembangan seiring bertambahnya rute domestik yang dilayani. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk menyiapkan berbagai langkah guna memperkuat konektivitas menuju bandara. Salah satu rencana yang tengah dibahas adalah pembangunan akses jalan langsung dari Gerbang Tol Pasteur menuju kawasan Bandara Husein Sastranegara agar perjalanan penumpang dari luar Kota Bandung menjadi lebih mudah.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan rencana pembangunan akses tersebut saat ini masih berada dalam tahap pembahasan bersama sejumlah pemangku kepentingan. Pemerintah Kota Bandung turut berkoordinasi dengan Kementerian PPN/Bappenas untuk membahas kemungkinan pembangunan jalur yang menghubungkan Gerbang Tol Pasteur dengan kawasan bandara. Pembahasan lintas instansi diperlukan karena pembangunan akses tersebut berkaitan dengan sejumlah kawasan dan infrastruktur yang berada di sepanjang jalur yang direncanakan.

Dalam konsep yang sedang dibahas, akses dari Gerbang Tol Pasteur akan diarahkan menuju kawasan PT Dirgantara Indonesia atau PTDI. Dari kawasan tersebut, jalur kemudian direncanakan terhubung dengan Bandara Husein Sastranegara. Pembangunan jalur tersebut diharapkan dapat menciptakan koneksi yang lebih langsung antara jaringan jalan tol dan bandara, sehingga masyarakat dari luar Bandung tidak perlu melewati sejumlah ruas jalan kota sebelum mencapai terminal penumpang.

Rencana pembangunan akses baru tersebut menjadi semakin relevan seiring dengan meningkatnya aktivitas penerbangan di Bandara Husein. Pemerintah Kota Bandung sebelumnya juga telah mendorong berbagai upaya untuk mengembalikan konektivitas bandara setelah sebagian besar penerbangan domestik sebelumnya berpindah ke Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati. Bertambahnya kembali rute penerbangan dari Husein menjadi salah satu faktor yang mendorong pemerintah memperhatikan kebutuhan infrastruktur pendukung.

Salah satu perkembangan terbaru datang dari maskapai Super Air Jet yang mulai membuka sejumlah rute baru dari Bandung. Rute Bandung menuju Medan melalui Bandara Kualanamu serta Bandung menuju Bali mulai beroperasi pada 18 September 2026. Penambahan rute tersebut memberikan pilihan perjalanan udara baru bagi masyarakat Bandung dan wilayah sekitarnya, sekaligus memperluas konektivitas langsung dari Bandara Husein Sastranegara.

Selain dua rute tersebut, Super Air Jet juga merencanakan pembukaan penerbangan menuju beberapa kota lain di Indonesia. Rute Bandung menuju Pekanbaru dijadwalkan mulai beroperasi pada 18 September 2026, kemudian penerbangan menuju Makassar dan Pontianak dimulai pada 19 September 2026. Sementara itu, rute Bandung menuju Balikpapan dijadwalkan menyusul pada 22 September 2026.

Dengan bertambahnya sejumlah rute tersebut, Bandara Husein berpotensi kembali menjadi salah satu simpul transportasi udara penting bagi masyarakat Bandung dan kawasan sekitarnya. Konektivitas yang semakin beragam juga dapat meningkatkan kebutuhan terhadap akses darat yang efisien. Karena itu, rencana jalur langsung dari Tol Pasteur dinilai menjadi salah satu infrastruktur yang dapat mendukung pertumbuhan aktivitas bandara apabila nantinya terealisasi.

Pemerintah Kota Bandung juga masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah terkait penataan kawasan sekitar Bandara Husein Sastranegara. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keberadaan kabel udara yang masih terlihat berseliweran di sejumlah ruas jalan menuju kawasan bandara. Penataan kabel tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas visual sekaligus memperbaiki kerapian kawasan yang menjadi salah satu pintu masuk menuju Kota Bandung.

Farhan mengatakan sejumlah pekerjaan penataan di sekitar kawasan bandara telah diselesaikan. Penerangan jalan umum dan kondisi jalan disebut telah mendapatkan pembenahan, sementara penataan kabel udara menjadi pekerjaan berikutnya yang akan diprioritaskan. Pemerintah Kota Bandung menargetkan kabel yang saat ini berada di udara dapat ditata dan dipindahkan ke bawah pada Desember 2026.

Dari sisi fasilitas, kondisi Bandara Husein Sastranegara juga dinilai cukup mendukung aktivitas penumpang. Sejumlah fasilitas dasar seperti petunjuk arah menuju area check in, keberangkatan, dan kedatangan tersedia dengan informasi yang relatif mudah ditemukan. Area makanan dan restoran juga telah tersedia sehingga penumpang memiliki pilihan untuk membeli makanan maupun minuman ketika berada di dalam terminal.

Salah satu hal yang masih menjadi karakteristik perjalanan melalui Bandara Husein adalah proses menuju atau meninggalkan pesawat. Penumpang pada kondisi tertentu masih perlu berjalan melalui area apron atau tarmac untuk mencapai pesawat. Bagi sebagian penumpang, kondisi tersebut bukan persoalan besar, terutama karena jarak perjalanan yang relatif singkat dan kondisi cuaca Bandung yang cenderung sejuk.

Jika rencana akses langsung dari Tol Pasteur dapat direalisasikan, konektivitas Bandara Husein Sastranegara dengan jaringan transportasi darat di Bandung akan semakin terintegrasi. Jalur tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempermudah perjalanan penumpang dari luar kota, tetapi juga dapat mendukung mobilitas kendaraan menuju kawasan bandara. Terlebih, pertumbuhan jumlah rute penerbangan akan membutuhkan dukungan infrastruktur yang mampu mengakomodasi peningkatan pergerakan penumpang.

Pengembangan akses menuju Bandara Husein juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menata kembali kawasan bandara sebagai salah satu gerbang transportasi udara Kota Bandung. Penambahan rute penerbangan, peningkatan akses jalan, serta penataan lingkungan sekitar bandara menjadi beberapa aspek yang berjalan beriringan. Dengan konektivitas yang semakin baik, Bandara Husein diharapkan dapat melayani kebutuhan perjalanan udara masyarakat Bandung dan daerah di sekitarnya dengan lebih optimal. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *