2 Agustus 2026 – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia diawali dengan suasana penuh khidmat melalui kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di kawasan Monumen Nasional, Jakarta. Acara ini menjadi momentum spiritual yang mempertemukan puluhan ribu masyarakat dari berbagai daerah, agama, dan latar belakang untuk bersama sama memanjatkan doa demi kemajuan bangsa. Lebih dari 100 ribu peserta hadir mengikuti rangkaian kegiatan sebagai simbol persatuan dan kebersamaan dalam keberagaman Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Zikir dan Doa Kebangsaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk ikhtiar batin seluruh elemen bangsa dalam mengisi kemerdekaan dengan nilai nilai persatuan, kerukunan, serta pengabdian kepada negara. Menurutnya, pembangunan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kerja keras, tetapi juga oleh kekuatan doa, akhlak yang mulia, dan semangat menjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.
Ia menyampaikan bahwa zikir menjadi sarana untuk menenangkan hati, sementara doa merupakan bentuk harapan agar bangsa Indonesia senantiasa memperoleh perlindungan dan keberkahan. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah dan berbagai agama menunjukkan kuatnya semangat persaudaraan yang terus dijaga sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta. Setelah itu, suasana semakin khusyuk ketika ayat suci Al Qur’an Surat Ar Rahman dibacakan oleh Muhammad Zian Fahrezi, peraih juara pertama Musabaqah Tilawatil Quran Internasional Al Ameed di Karbala, Irak, tahun 2026. Lantunan ayat suci tersebut menjadi pembuka rangkaian doa yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa kebangsaan lintas agama yang dipimpin oleh enam tokoh agama secara bergantian. Perwakilan umat Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, dan Islam memanjatkan doa sesuai keyakinan masing masing. Doa tersebut berisi ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus harapan agar bangsa ini senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, kesejahteraan, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Suasana semakin syahdu ketika ribuan peserta bersama sama melantunkan Selawat Kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Lantunan selawat menggema di kawasan Monas dan menjadi penutup rangkaian doa yang memperkuat nuansa religius sekaligus semangat kebangsaan dalam menyambut peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebelum acara utama dimulai, kegiatan juga diawali dengan pembacaan Khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti, kemudian dilanjutkan dengan doa khataman Al Qur’an yang dipimpin oleh Ustaz H. Muzakkir Abd Rahman. Rangkaian ibadah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan bagi bangsa dan negara.
Acara Zikir dan Doa Kebangsaan turut dihadiri para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, tokoh lintas agama, serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan nasional dan memperkuat semangat gotong royong sebagai modal utama untuk melanjutkan pembangunan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, damai, dan sejahtera. (Redaksi)

