Jember, 26 November 2025 – Memasuki akhir tahun, KAI Daop 9 menargetkan seluruh prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi prima untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Upaya ini dilakukan melalui percepatan pekerjaan teknis di berbagai titik strategis, termasuk rel, wesel, dan jembatan. Langkah tersebut menjadi fokus utama selama Desember, mengingat potensi peningkatan perjalanan yang cukup signifikan.
Pemeriksaan lapangan dilakukan secara intensif sejak awal bulan, dengan mengerahkan tim teknis untuk memastikan tidak ada komponen prasarana yang berpotensi mengganggu kelancaran operasional. KAI Daop 9 juga telah menyusun agenda kerja harian di area lintasan yang rawan mengalami penurunan stabilitas akibat curah hujan tinggi.
Selain pemeriksaan rutin, sejumlah pekerjaan perbaikan dan modernisasi prasarana terus diprioritaskan. Wesel, bantalan, serta sambungan rel menjadi objek utama pembenahan guna meningkatkan aspek keselamatan maupun keandalan perjalanan kereta api. KAI menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan tanpa mengganggu jadwal perjalanan yang sedang berjalan.
Manager Humas KAI Daop 9 Jember, Tohari, menyatakan bahwa peningkatan kualitas prasarana merupakan langkah fundamental menjelang masa angkutan Nataru. “KAI Daop 9 secara berkesinambungan melakukan penguatan prasarana dan penanganan daerah rawan untuk kelancaran Nataru 2025/2026,” ungkap Tohari. (Redaksi)
Ia menambahkan bahwa seluruh pekerjaan difokuskan pada peningkatan keandalan lintasan agar perjalanan lebih aman dan nyaman. Tantangan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di sejumlah wilayah juga menjadi perhatian utama dalam penyusunan strategi penguatan prasarana.
Selain Daop 9, beberapa wilayah operasi lain juga melakukan penguatan infrastruktur serupa sebagai bagian dari koordinasi nasional KAI. Setiap area berupaya memastikan tidak ada hambatan teknis yang berpotensi menurunkan kualitas layanan saat volume penumpang meningkat.
KAI Daop 9 mengimbau masyarakat agar ikut menjaga keselamatan perjalanan dengan mematuhi rambu dan tidak beraktivitas di jalur rel. Kolaborasi antara operator dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan perjalanan kereta yang aman dan lancar selama masa liburan.
Dengan persiapan teknis yang semakin matang, KAI Daop 9 optimistis kesiapan prasarana dapat mendukung operasional secara optimal sepanjang puncak mobilitas Nataru. Seluruh personel teknis pun disiagakan untuk memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan di lapangan. (Redaksi)

